Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Fraksi Gerindra Optimis APBN 2026 Real dan Tepat Sasaran untuk Rakyat

Fraksi Gerindra Optimis APBN 2026 Real dan Tepat Sasaran untuk Rakyat

  • account_circle Orbitnews Co
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • visibility 167
  • comment 0 komentar

Fraksi Partai Gerindra menilai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 merupakan instrumen kunci bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan delapan program prioritas (Asta Cita). Hal ini ditegaskan oleh Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, saat membacakan pandangan Fraksi Gerindra terhadap RAPBN 2026 dalam agenda Rapat Paripurna DPR RI Ke-2 Masa Sidang I Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara II, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Menurutnya RAPBN 2026 adalah RAPBN pertama pada masa Pemerintahan Prabowo dan menjadi kesempatan awal dalam mewujudkan visi Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur. “Dengan optimisme yang realistis, setiap rupiah APBN TA 2026 kita pastikan tepat sasaran untuk kesejahteraan rakyat dan lompatan menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Danang.

Sebagaimana dipaparkan Presiden Prabowo Subianto, delapan program prioritas tersebut mencakup ketahanan pangan, ketahanan energi, pemberian makan bergizi gratis, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, pembangunan desa dan pemberdayaan UMKM, penguatan pertahanan semesta, serta akselerasi investasi dan perdagangan global. Danang menilai seluruh program tersebut bersifat konkret dan menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.

Di sisi lain, Fraksi Gerindra mendukung langkah pemerintah yang menetapkan defisit RAPBN 2026 sebesar 2,48 persen terhadap PDB atau Rp638,8 triliun. Ia menilai desain defisit primer yang mendekati nol pada angka Rp39,4 triliun menunjukkan pengelolaan fiskal yang semakin sehat.

“Bila merujuk tren tiga tahun terakhir, defisit primer terus turun dari Rp154,9 triliun pada 2023 menjadi Rp87,3 triliun di 2024. Ini menunjukkan APBN on-the-track dan disiplin fiskal konsisten berada di bawah 3 persen sebagaimana amanat undang-undang,” tegasnya. Fraksi Gerindra juga menyambut baik harapan Presiden agar APBN di tahun-tahun mendatang dapat mencapai posisi tanpa defisit.

Diketahui, pemerintah tidak merencanakan pengenaan pajak baru pada 2026 dengan lebih menitikberatkan pada reformasi administrasi serta efisiensi belanja untuk menjaga keseimbangan fiskal. Meski demikian, Danang mengingatkan agar pemberian insentif fiskal dalam RAPBN 2026 dilaksanakan secara hati-hati dan selektif.

Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa insentif diarahkan pada sektor-sektor yang berdaya ungkit tinggi terhadap perekonomian. “Prioritaskan insentif afirmatif bagi pelaku kecil dan UMKM. Seleksi sektornya harus ketat agar dana benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi. Pada saat yang sama, celah penggelapan pajak terutama di sektor ekstraktif harus ditutup,” pungkas Danang.

  • Penulis: Orbitnews Co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Irama Kerja Presiden Habibie

    Irama Kerja Presiden Habibie

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Pemerintahan Presiden Soeharto berakhir dalam sebuah upacara mendadak di Ruang Kredensial Istana Merdeka pada 21 Mei 1998. Dalam acara singkat yang disiarkan langsung melalui televisi, sesaat setelah Presiden Soeharto mengundurkan diri, maka Wakil Presiden Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie mengucapkan sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung untuk memulai tugasnya sebagai Presiden Republik Indonesia yang […]

  • Ilustrasi Kelaparan Tersembunyi Anak Indonesia

    Kelaparan Tersembunyi Anak Indonesia, Ancaman Kesehatan Jangka Panjang

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Pakar kesehatan anak mengingatkan banyak orang tua tidak menyadari bahwa anak Indonesia usia 6 bulan hingga 12 tahun masih kekurangan vitamin dan mineral esensial, kondisi yang dikenal sebagai “kelaparan tersembunyi” (hidden hunger), meskipun anak tampak sehat secara fisik. “Kami menyebutnya ‘kelaparan tersembunyi’ karena orang tua sering tidak menyadari bahwa anaknya kekurangan nutrisi penting. Anak mungkin […]

  • Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo

    Serap Masukan Aktivis, Kapolri Janji Evaluasi Penanganan Unjuk Rasa

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyerap berbagai masukan dari kelompok masyarakat sipil terkait penanganan unjuk rasa pada akhir Agustus 2025. Dialog publik bertajuk “Penyampaian Pendapat di Muka Umum: Hak dan Kewajiban, Tindakan Anarkistis Menjadi Tanggung Jawab Hukum” digelar di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (29/09/2025). Sejumlah lembaga hadir, di antaranya YLBHI, Imparsial, KontraS, Centra Initiative, […]

  • Politikus PSI Bestari Barus

    Tersentuh Pidato Jokowi, Alasan Bestari Barus Gabung PSI

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Eks kader Partai Nasdem, Bestari Barus resmi memutuskan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan itu ia ambil setelah merasa tersentuh oleh pidato Presiden ke-7 Joko Widodo dalam Kongres PSI di Solo beberapa waktu lalu. Barus mengaku pidato Jokowi membuatnya tergugah hingga memilih meninggalkan Nasdem. “Ya, saya juga cukup tersentuh ketika Pak Jokowi dalam pidato […]

  • Pupuk Subsidi

    Satu Tahun Prabowo-Gibran, 6,14 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Tersalurkan

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 121
    • 0Komentar

    PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 64 persen dari total alokasi nasional hingga 19 Oktober 2025, bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan, capaian tersebut setara dengan 6,14 juta ton dari total alokasi pupuk bersubsidi nasional tahun […]

  • Ilustrasi KAI Tutup Perlintasan Liar

    KAI Tutup 36 Perlintasan Liar di Jalur Jakarta-Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 206
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menutup 36 perlintasan liar di berbagai lintas pelayanan sepanjang Januari hingga awal Oktober 2025. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi pengguna jalan. “Penutupan perlintasan liar ini merupakan upaya nyata KAI untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan, baik yang melibatkan perjalanan […]

expand_less