Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Ekonomi Indonesia di Era Prabowo-Gibran Tunjukkan Fondasi Kuat dan Arah Berkelanjutan

Ekonomi Indonesia di Era Prabowo-Gibran Tunjukkan Fondasi Kuat dan Arah Berkelanjutan

  • account_circle Faqih Haq
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • visibility 236
  • comment 0 komentar

Dosen Vokasi Universitas Indonesia (UI) Ananta Nasution menilai kinerja ekonomi nasional selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan hasil yang positif serta menjanjikan arah pertumbuhan berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, capaian ekonomi Indonesia sepanjang tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran menggambarkan fondasi ekonomi yang kuat dan stabilitas yang terjaga.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2025 yang mencapai 5,12 persen adalah salah satu yang tertinggi di antara negara G20. Ini menjadi indikator bahwa fundamental ekonomi kita cukup kuat,” ujar Ananta dalam keterangan di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Stabilitas Fiskal dan Inflasi Terkendali

Ananta menambahkan, capaian lain seperti inflasi terkendali di angka 2,65 persen dan defisit APBN yang hanya 1,56 persen dari PDB mencerminkan kehati-hatian dan disiplin kebijakan fiskal pemerintah.

Ia menyebut kombinasi antara stabilitas harga, defisit rendah, dan pertumbuhan tinggi sebagai prestasi penting di tengah tekanan global.
Pasar modal pun turut merespons positif, dengan IHSG mencatat rekor tertinggi di level 8.257 pada Oktober 2025.

Selain itu, lanjutnya, penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,76 persen dan angka kemiskinan turun ke 8,47 persen menandakan kebijakan ekonomi Presiden Prabowo mulai menyentuh masyarakat bawah.

“Ada indikasi kuat bahwa pertumbuhan ini bukan sekadar angka makro, tapi mulai terasa dampaknya bagi masyarakat luas,”
ujarnya.

Tantangan: Menjaga Keseimbangan Fiskal dan Program Populis

Meski demikian, Ananta menilai tantangan terbesar ke depan adalah menjaga keseimbangan antara program populis dan keberlanjutan fiskal.

Ia menyoroti pentingnya efektivitas program besar seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih agar tidak menimbulkan beban fiskal jangka panjang.

“Kuncinya adalah memastikan manfaatnya tepat sasaran tanpa menambah tekanan fiskal negara,”
ucap Ananta menegaskan.

Menurutnya, program-program kerakyatan tersebut harus diimbangi dengan audit efektivitas dan efisiensi pembiayaan, serta tata kelola yang transparan.

Dorongan ke Arah Ekonomi Produktif dan Digital

Lebih jauh, Ananta mendorong agar pemerintah mengalihkan belanja negara dari subsidi konsumtif ke subsidi produktif, terutama pada sektor pendidikan vokasi, teknologi pertanian, UMKM, dan infrastruktur logistik.

Ia juga menilai koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan perlu semakin erat untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi dalam kisaran ideal 2,5–3,5 persen.

Tak hanya itu, Indonesia perlu memperkuat hilirisasi berkelanjutan — tidak hanya pada sektor tambang seperti nikel dan bauksit, tetapi juga pada agroindustri dan ekonomi hijau seperti energi terbarukan dan biofuel.

“Diversifikasi ini lah yang akan menjadi mesin pertumbuhan baru,”
tutur dia.

Ananta juga menekankan pentingnya peningkatan daya saing UMKM dan pemerataan ekonomi digital di luar Jawa, karena sektor digital bisa menjadi jembatan pemerataan jika ditopang oleh infrastruktur internet dan literasi digital yang kuat.

“Dengan disiplin fiskal, industrialisasi hijau, dan pemerataan digital, Indonesia sedang menyiapkan diri menjadi kekuatan ekonomi baru dunia menuju visi Indonesia Emas 2045,”
ungkapnya.

  • Penulis: Faqih Haq

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Wihaji: 20 Persen Remaja Indonesia Kesepian

    Menteri Wihaji: 20 Persen Remaja Indonesia Kesepian

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan sebanyak 20 persen remaja di Indonesia mengalami kesepian yang membahayakan kesehatan mental mereka, sehingga peran Generasi berencana (Genre) terus dikuatkan. “Remaja Indonesia kita termasuk butuh perhatian, 20 persennya itu kesepian, ada di salah satu media ada analisisnya, salah satu permasalahannya adalah mereka kesepian, akhirnya lari ke […]

  • Presiden Prabowo Rapat Tertutup

    Rapat Tertutup Presiden Prabowo Bahas Keamanan & Ketahanan Pangan

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah tokoh penting ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa malam, 12 Agustus 2025. Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan beberapa tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut. “Hadir diantaranya Wakil Ketua DPR Prof. Sufmi Dasco, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Herindra, Kepala Badan […]

  • Ketua Bidang Kesejahteraan dan Konservasi Satwa DPP PSI, Francine Widjojo

    PSI Minta Satwa Kebun Binatang Bandung Tidak Jadi Korban Kisruh Pengelolaan

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta semua pihak mengedepankan kesehatan dan kesejahteraan satwa penghuni Kebun Binatang Bandung. Harapan ini disampaikan Ketua Bidang Kesejahteraan dan Konservasi Satwa DPP PSI, Francine Widjojo, Selasa (30/9/2025), menyusul rencana pengosongan kebun binatang tersebut. Pengosongan ini merupakan buntut kisruh sengketa pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan akan melayangkan surat […]

  • Pupuk Subsidi

    Satu Tahun Prabowo-Gibran, 6,14 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Tersalurkan

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 122
    • 0Komentar

    PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 64 persen dari total alokasi nasional hingga 19 Oktober 2025, bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan, capaian tersebut setara dengan 6,14 juta ton dari total alokasi pupuk bersubsidi nasional tahun […]

  • Irama Kerja Presiden Habibie

    Irama Kerja Presiden Habibie

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Pemerintahan Presiden Soeharto berakhir dalam sebuah upacara mendadak di Ruang Kredensial Istana Merdeka pada 21 Mei 1998. Dalam acara singkat yang disiarkan langsung melalui televisi, sesaat setelah Presiden Soeharto mengundurkan diri, maka Wakil Presiden Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie mengucapkan sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung untuk memulai tugasnya sebagai Presiden Republik Indonesia yang […]

  • Presiden Prabowo Subianto

    Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo–Gibran Tembus 86,4 Persen

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sistem politik demokrasi membuka ruang luas bagi rakyat untuk mengoreksi dan memberi masukan terhadap kinerja pemerintah. Indonesia yang menganut sistem kekuasaan di tangan rakyat, memberi kesempatan bagi publik untuk menilai jalannya pemerintahan melalui survei kepuasan publik. Survei terbaru dari Rumah Politik Indonesia (RPI) menunjukkan hasil yang mencengangkan. Mayoritas masyarakat, yakni 86,4 persen, menyatakan puas dengan […]

expand_less