Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » PKB Desak Pemerintah Perbaiki Coretax dan CRM Demi Capai Target Pajak 2026

PKB Desak Pemerintah Perbaiki Coretax dan CRM Demi Capai Target Pajak 2026

  • account_circle Orbitnews Co
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • visibility 215
  • comment 0 komentar

Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Ratna Juwita Sari menegaskan bahwa pemerintah harus segera memperbaiki sistem Coretax dan Compliance Risk Management (CRM) demi mewujudkan target rasio penerimaan pajak tahun 2026 sebesar 12,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau senilai Rp2.692,1 triliun, sebagaimana disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Jika perbaikan tidak dilakukan segera, maka target penerimaan pajak tersebut akan sulit dicapai. Pemerintah tidak boleh mengulangi berbagai hambatan teknis yang terjadi pada implementasi Coretax pada 2024 ini,” kata Ratna saat menyampaikan pandangan Fraksi PKB terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-2 Masa Sidang I Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Ia juga mendorong agar sistem perpajakan nasional diselaraskan dengan perkembangan global, termasuk sistem perpajakan digital terkini. Menurutnya, percepatan transformasi digital dan integrasi CRM ke dalam Coretax akan memperkuat pengawasan risiko kepatuhan wajib pajak melalui penyempurnaan regulasi dan infrastruktur perpajakan.

Di sisi lain, Ratna menyoroti kebijakan insentif fiskal yang terdapat dalam RAPBN 2026. “Sesuai prinsip, F-PKB menyambut baik RAPBN 2026. Namun pemberian insentif fiskal untuk akselerasi investasi dan hilirisasi industri harus dipastikan tepat sasaran, terukur, dan terarah,” ujarnya.

Lebih jauh, Politisi Dapil Jawa Timur IX itu mengingatkan bahwa defisit RAPBN 2026 diperkirakan mencapai Rp638,8 triliun atau setara 2,48 persen terhadap PDB. Sebab itu, ia meminta kebijakan fiskal dilaksanakan secara hati-hati guna menjaga stabilitas makroekonomi.

“Pemilihan sumber pembiayaan anggaran baik dari komponen pembiayaan utang maupun non-utang wajib memperhatikan keseimbangan antara cost dan risk yang tepat, sehingga tetap berada dalam level risk appetite dan tidak menimbulkan cost of fund tinggi,” tandas Ratna.

Sebagai informasi, pemerintah menegaskan tidak akan mengenakan pajak baru pada 2026 sekaligus fokus pada reformasi internal untuk mengejar target penerimaan pajak. Target penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2026 ditetapkan sebesar Rp2.357,7 triliun, sedangkan total penerimaan negara diproyeksikan mencapai Rp3.147,7 triliun.

  • Penulis: Orbitnews Co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmikan Gedung Baru RSPON, Prabowo Bangga dan Kenang Sosok Mahar Mardjono

    Resmikan Gedung Baru RSPON, Prabowo Bangga dan Kenang Sosok Mahar Mardjono

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada sejumlah pihak dalam peresmian Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Mahar Mardjono, Jakarta, pada Selasa, 26 Agustus 2025. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara secara khusus mengenang sosok Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, tokoh besar dalam bidang neurologi Indonesia. “Saya […]

  • Ilustrasi Garis Polisi

    Ngeri, Juru Parkir Disiram Air Keras Saat Bekerja

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Seorang juru parkir berinisial A menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal saat sedang bekerja di sebuah warung kopi di kawasan Pulogebang, Jakarta Timur. “Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (20/10) sekitar pukul 06.30 WIB di Jalan Raya Pulogebang LM.25 TL Auri, depan warung rokok RT 001/RW 004, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung,” kata […]

  • Ketua Bidang Kesejahteraan dan Konservasi Satwa DPP PSI, Francine Widjojo

    PSI Minta Satwa Kebun Binatang Bandung Tidak Jadi Korban Kisruh Pengelolaan

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta semua pihak mengedepankan kesehatan dan kesejahteraan satwa penghuni Kebun Binatang Bandung. Harapan ini disampaikan Ketua Bidang Kesejahteraan dan Konservasi Satwa DPP PSI, Francine Widjojo, Selasa (30/9/2025), menyusul rencana pengosongan kebun binatang tersebut. Pengosongan ini merupakan buntut kisruh sengketa pengelolaan Kebun Binatang Bandung. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan akan melayangkan surat […]

  • Prabowo Gibran

    Survei LSI: 74,8% Publik Puas Kinerja Prabowo di Tahun Pertama Pemerintahan

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto selama satu tahun masa pemerintahannya. Hasilnya menunjukkan 74,8 persen masyarakat merasa puas atas kinerja Presiden. Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, menjelaskan survei ini dilakukan dengan metodologi multi-stage random sampling terhadap 1.200 responden pada periode 10–19 Oktober 2025. […]

  • Rapat Paripurna RPJMD Morotai Ricuh

    Bupati Tak Hadir, Rapat Paripurna RPJMD Morotai Ricuh

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Rapat paripurna pembahasan Ranperda RPJMD 2025–2029, persetujuan bersama rancangan Perubahan APBD 2025, serta penyampaian ranperda tentang perubahan kedua atas Perda Nomor 3 Tahun 2016 di Kabupaten Pulau Morotai diwarnai insiden, Rabu (1/10/2025). Wakil Ketua II DPRD, Erwin Sutanto, mengancam akan walk out lantaran Bupati Rusli Sibua tidak hadir dalam paripurna tersebut. “Hari ini kita melakukan […]

  • Ilustrasi Kelaparan Tersembunyi Anak Indonesia

    Kelaparan Tersembunyi Anak Indonesia, Ancaman Kesehatan Jangka Panjang

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Pakar kesehatan anak mengingatkan banyak orang tua tidak menyadari bahwa anak Indonesia usia 6 bulan hingga 12 tahun masih kekurangan vitamin dan mineral esensial, kondisi yang dikenal sebagai “kelaparan tersembunyi” (hidden hunger), meskipun anak tampak sehat secara fisik. “Kami menyebutnya ‘kelaparan tersembunyi’ karena orang tua sering tidak menyadari bahwa anaknya kekurangan nutrisi penting. Anak mungkin […]

expand_less