Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » PKB Desak Pemerintah Perbaiki Coretax dan CRM Demi Capai Target Pajak 2026

PKB Desak Pemerintah Perbaiki Coretax dan CRM Demi Capai Target Pajak 2026

  • account_circle Orbitnews Co
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • visibility 263
  • comment 0 komentar

Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Ratna Juwita Sari menegaskan bahwa pemerintah harus segera memperbaiki sistem Coretax dan Compliance Risk Management (CRM) demi mewujudkan target rasio penerimaan pajak tahun 2026 sebesar 12,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), atau senilai Rp2.692,1 triliun, sebagaimana disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Jika perbaikan tidak dilakukan segera, maka target penerimaan pajak tersebut akan sulit dicapai. Pemerintah tidak boleh mengulangi berbagai hambatan teknis yang terjadi pada implementasi Coretax pada 2024 ini,” kata Ratna saat menyampaikan pandangan Fraksi PKB terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-2 Masa Sidang I Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Ia juga mendorong agar sistem perpajakan nasional diselaraskan dengan perkembangan global, termasuk sistem perpajakan digital terkini. Menurutnya, percepatan transformasi digital dan integrasi CRM ke dalam Coretax akan memperkuat pengawasan risiko kepatuhan wajib pajak melalui penyempurnaan regulasi dan infrastruktur perpajakan.

Di sisi lain, Ratna menyoroti kebijakan insentif fiskal yang terdapat dalam RAPBN 2026. “Sesuai prinsip, F-PKB menyambut baik RAPBN 2026. Namun pemberian insentif fiskal untuk akselerasi investasi dan hilirisasi industri harus dipastikan tepat sasaran, terukur, dan terarah,” ujarnya.

Lebih jauh, Politisi Dapil Jawa Timur IX itu mengingatkan bahwa defisit RAPBN 2026 diperkirakan mencapai Rp638,8 triliun atau setara 2,48 persen terhadap PDB. Sebab itu, ia meminta kebijakan fiskal dilaksanakan secara hati-hati guna menjaga stabilitas makroekonomi.

“Pemilihan sumber pembiayaan anggaran baik dari komponen pembiayaan utang maupun non-utang wajib memperhatikan keseimbangan antara cost dan risk yang tepat, sehingga tetap berada dalam level risk appetite dan tidak menimbulkan cost of fund tinggi,” tandas Ratna.

Sebagai informasi, pemerintah menegaskan tidak akan mengenakan pajak baru pada 2026 sekaligus fokus pada reformasi internal untuk mengejar target penerimaan pajak. Target penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2026 ditetapkan sebesar Rp2.357,7 triliun, sedangkan total penerimaan negara diproyeksikan mencapai Rp3.147,7 triliun.

  • Penulis: Orbitnews Co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Veronica Tan

    Veronica Tan: Revitalisasi Kota Tua Jakarta Adalah Gerakan Membangun Peradaban

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menekankan pentingnya semangat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung revitalisasi kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta. Ia menyebut revitalisasi bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi juga gerakan membangun peradaban. “Revitalisasi bukan hanya proyek fisik, melainkan gerakan kolaboratif. Ketika pemerintah memberikan fasilitas, sektor swasta berinvestasi dengan tanggung […]

  • Agus Gumiwang Kartasasmita

    Program Mobil Nasional Diusulkan Jadi Proyek Strategis Nasional

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pemerintah tengah memperjuangkan agar program mobil nasional ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). “Kami tentu mendukung dan kami sudah mengusulkan program mobil nasional jadi PSN, proyek strategis nasional,” kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/10). Agus menjelaskan bahwa pengusulan status PSN untuk program mobil nasional telah […]

  • Politikus PSI Bestari Barus

    Tersentuh Pidato Jokowi, Alasan Bestari Barus Gabung PSI

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Eks kader Partai Nasdem, Bestari Barus resmi memutuskan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan itu ia ambil setelah merasa tersentuh oleh pidato Presiden ke-7 Joko Widodo dalam Kongres PSI di Solo beberapa waktu lalu. Barus mengaku pidato Jokowi membuatnya tergugah hingga memilih meninggalkan Nasdem. “Ya, saya juga cukup tersentuh ketika Pak Jokowi dalam pidato […]

  • Ada Demo di DPR, 19 KA Berhenti di Stasiun Jatinegara

    Ada Demo di DPR, 19 KA Berhenti di Stasiun Jatinegara

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 180
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta memberhentikan 19 Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) keberangkatan dari dan menuju Stasiun Gambir di Stasiun Jatinegara guna mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat demonstrasi di DPR. “Rekayasa pola operasi ini bersifat sementara dan berlaku untuk perjalanan KA pada Kamis, 28 Agustus 2025. Dengan begitu, […]

  • Jokowi

    Jokowi Beri Arahan Pengurus PSI, Jadi Ketua Dewan Pembina?

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi) nampak memberikan arahan kepada seluruh struktur DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang baru saja dilantik. Nampak seluruh kader partai berlambang gajah tersebut menyimak apa yang disampaikan oleh Jokowi. Dalam video yang diunggah akun instagram milik PSI, Jokowi melakukan pertemuan dengan kader PSI di Waroeng Kopi Klotok Seminyak, Bali. Tidak […]

  • Ilustrasi Ekspor Impor

    Indonesia Ekspor Produk Susu Olahan Rp1,7 Miliar ke Malaysia dan Filipina

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Indonesia melepas ekspor empat kontainer produk olahan susu dalam bentuk bubuk dan kental manis senilai Rp1,7 miliar ke Malaysia dan Filipina. “Ekspor sebesar Rp1,7 miliar ke Malaysia dan Filipina, susu bubuk dan susu kental manis diekspor ke Malaysia dan Filipina,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat melepas ekspor produk susu olahan tersebut di Cikarang, […]

expand_less