Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Prabowo Akui Tak Simpan Dendam pada Anies: Politik Harus Rame

Prabowo Akui Tak Simpan Dendam pada Anies: Politik Harus Rame

  • account_circle Orbitnews Co
  • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
  • visibility 194
  • comment 0 komentar

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025). Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan tidak menyimpan dendam kepada Anies Baswedan, rival politiknya di Pilpres 2024 yang kala itu didukung PKS.

“Kita ingin menang tapi kita juga harus siap kalah. Kalau mau belajar kalah, belajar dari Prabowo Subianto. Lima kali pemilihan, empat kali kalah. PKS ikut-ikut lagi,” ujar Prabowo sambil tersenyum.

Prabowo sempat berseloroh soal PKS yang tak mendukungnya saat akhirnya ia menang di Pilpres 2024.

“Dua kali dukung gue, dua kali kalah. Yang gue menang, lu nggak dukung lagi, ha-ha-ha… Tapi oke, yang lewat, lewat. Kita bersatu sekarang demi bangsa dan negara,” ucapnya.

Prabowo juga menyinggung hubungannya dengan Anies. Ia menegaskan tidak menyimpan dendam.

“Aku terus terang aja loh, saya tuh nggak dendam sama Anies, nggak. Kalau dikasih nilai 11, itu gue nggak marah itu. Eh bener lho, sebenernya dia yang bantu aku menang, karena emak-emak kasihan gitu lho, iya kan,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengapresiasi sikap PKS yang kini bergabung dalam pemerintahannya. Ia menceritakan pernah meminta PKS mengajukan kader terbaik untuk duduk di kabinet.

“Saudara-saudara, saya terkesan sama PKS waktu PKS gabung di koalisi kami setelah merantau sebentar, setelah gabung saya minta silakan ajukan kader yang terbaik untuk di kabinet, iya kan,” tutur Prabowo.

Prabowo mengaku tak menyangka PKS justru mengajukan nama seorang profesor dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yakni Yassierli, yang kini menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan (Menaker).

“Saya pikir pasti kader politik, entah tokoh-tokoh yang terkenal. Yang disampaikan profesor dari ITB. Boleh juga ini PKS,” kata Prabowo.

Menurutnya, langkah PKS tersebut menunjukkan tanggung jawab besar pada negara.

“Jadi ternyata PKS ini juga punya suatu rasa tanggung jawab besar pada negara. Yang diajukan teknokrat, walaupun saya percaya di semua partai banyak juga yang teknokrat yang capable dan saya alhamdulillah terima,” pungkasnya.

  • Penulis: Orbitnews Co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berdayakan Gamer Kreator, Lenovo Luncurkan Legion Produk Terbaru

    Berdayakan Gamer Kreator, Lenovo Luncurkan Legion Produk Terbaru

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Lenovo resmi meluncurkan jajaran produk terbaru dari ekosistem Lenovo Legion di Indonesia. Peluncuran ini menegaskan visi Lenovo Legion “Reach Your Impossible” yakni untuk memberdayakan setiap gamer dan kreator agar dapat mencapai impian mereka melalui teknologi pintar yang mendukung performa luar biasa dalam pengalaman gaming maupun keseharian. Legion bukan sekadar perangkat, melainkan pengalaman yang saling terhubung, […]

  • Ketua Bidang Kesejahteraan dan Konservasi Satwa DPP PSI, Francine Widjojo

    PSI Minta Ada Tempat Makan Khusus Kucing untuk Atasi Masalah di Skywalk Jaksel

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Warga mengeluhkan bau dan banyaknya kotoran kucing di Skywalk Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kondisi ini membuat pengguna merasa tidak nyaman saat melintas di jembatan penghubung Halte Velbak dan Stasiun Kebayoran Lama. Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Francine Widjojo, menilai masalah tersebut terjadi karena banyak makanan kucing ditebar sembarangan sehingga mengundang kucing datang ke area […]

  • Sekelumit Sejarah Istana Merdeka

    Sekelumit Sejarah Istana Merdeka

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Istana Merdeka berawal dari sebuah istana kolonial yang dibangun pada 1873-1879 untuk gubernur jenderal Hindia Belanda, yang awalnya dikenal sebagai Paleis Koningsplein dan kemudian Istana Gambir. Setelah Indonesia merdeka, namanya diubah menjadi Istana Merdeka. Pada 27 Desember 1949 menjadi lokasi penandatanganan pengakuan kedaulatan RIS. Kini, Istana Merdeka berfungsi sebagai tempat upacara kenegaraan dan kediaman resmi […]

  • Supratman Andi Agtas

    Menkum Supratman: Indonesia Siap Perjuangkan Tata Kelola Royalti Global di WIPO

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas mengumumkan kabar penting dari dunia hukum internasional. Proposal Indonesia tentang instrumen hukum global untuk tata kelola royalti digital resmi diterima untuk dibahas di forum Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO). Dokumen dengan kode SCCR/47/6 itu akan menjadi agenda pembahasan utama dalam Komite Tetap Hak Cipta dan Hak Terkait (Standing Committee […]

  • Muktamar PPP

    Dualisme PPP: Aksi Saling Klaim Agus Suparmanto dan Mardiono Jadi Ketum

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terpilih versi Muktamar X, Agus Suparmanto, menyatakan akan segera mendaftarkan kepengurusan partai ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Agus mengklaim terpilih sebagai Ketua Umum PPP periode 2025–2030 dalam Muktamar X PPP yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, pada Sabtu (27/9/2025). “Ya, kami akan lakukan segera mendaftaran ke Kumham ya, […]

  • Menteri Wihaji: 20 Persen Remaja Indonesia Kesepian

    Menteri Wihaji: 20 Persen Remaja Indonesia Kesepian

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan sebanyak 20 persen remaja di Indonesia mengalami kesepian yang membahayakan kesehatan mental mereka, sehingga peran Generasi berencana (Genre) terus dikuatkan. “Remaja Indonesia kita termasuk butuh perhatian, 20 persennya itu kesepian, ada di salah satu media ada analisisnya, salah satu permasalahannya adalah mereka kesepian, akhirnya lari ke […]

expand_less