Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Prabowo Akui Tak Simpan Dendam pada Anies: Politik Harus Rame

Prabowo Akui Tak Simpan Dendam pada Anies: Politik Harus Rame

  • account_circle Orbitnews Co
  • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
  • visibility 176
  • comment 0 komentar

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025). Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan tidak menyimpan dendam kepada Anies Baswedan, rival politiknya di Pilpres 2024 yang kala itu didukung PKS.

“Kita ingin menang tapi kita juga harus siap kalah. Kalau mau belajar kalah, belajar dari Prabowo Subianto. Lima kali pemilihan, empat kali kalah. PKS ikut-ikut lagi,” ujar Prabowo sambil tersenyum.

Prabowo sempat berseloroh soal PKS yang tak mendukungnya saat akhirnya ia menang di Pilpres 2024.

“Dua kali dukung gue, dua kali kalah. Yang gue menang, lu nggak dukung lagi, ha-ha-ha… Tapi oke, yang lewat, lewat. Kita bersatu sekarang demi bangsa dan negara,” ucapnya.

Prabowo juga menyinggung hubungannya dengan Anies. Ia menegaskan tidak menyimpan dendam.

“Aku terus terang aja loh, saya tuh nggak dendam sama Anies, nggak. Kalau dikasih nilai 11, itu gue nggak marah itu. Eh bener lho, sebenernya dia yang bantu aku menang, karena emak-emak kasihan gitu lho, iya kan,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengapresiasi sikap PKS yang kini bergabung dalam pemerintahannya. Ia menceritakan pernah meminta PKS mengajukan kader terbaik untuk duduk di kabinet.

“Saudara-saudara, saya terkesan sama PKS waktu PKS gabung di koalisi kami setelah merantau sebentar, setelah gabung saya minta silakan ajukan kader yang terbaik untuk di kabinet, iya kan,” tutur Prabowo.

Prabowo mengaku tak menyangka PKS justru mengajukan nama seorang profesor dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yakni Yassierli, yang kini menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan (Menaker).

“Saya pikir pasti kader politik, entah tokoh-tokoh yang terkenal. Yang disampaikan profesor dari ITB. Boleh juga ini PKS,” kata Prabowo.

Menurutnya, langkah PKS tersebut menunjukkan tanggung jawab besar pada negara.

“Jadi ternyata PKS ini juga punya suatu rasa tanggung jawab besar pada negara. Yang diajukan teknokrat, walaupun saya percaya di semua partai banyak juga yang teknokrat yang capable dan saya alhamdulillah terima,” pungkasnya.

  • Penulis: Orbitnews Co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Gibran

    Kebijakan Ekonomi Prabowo-Gibran Sudah di Jalur yang Benar

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam satu tahun terakhir telah berada di jalur yang tepat. Ia mengapresiasi langkah cepat dan progresif pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, memperkuat sektor riil, dan menstabilkan fiskal nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Langkah […]

  • Presiden Prabowo Subianto

    Prabowo Terkejut, PKS Usulkan Akademisi ITB Jadi Menaker

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto mengaku terkesan dengan langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengajukan nama seorang profesor dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk duduk di kabinet. Nama tersebut adalah Yassierli, yang kini menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan (Menaker). “Saya pikir pasti kader politik, entah tokoh-tokoh yang terkenal. Yang disampaikan profesor dari ITB. Boleh juga ini PKS,” kata […]

  • Teddy Indra Wijaya

    Seskab Teddy Indra Wijaya Ditunjuk Jadi Komando Pendamping PKH

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meminta Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya untuk menjadi Komisi Etik sekaligus Komando Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). “Saya mohon kepada Seskab Letkol Teddy selain menjadi Komisi Etik juga menjadi Komando pendamping PKH, setuju semuanya?” ucap Mensos Saifullah Yusuf dalam kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 […]

  • Prabowo Sebut Indonesia Kekurangan 70 Ribu Dokter Spesialis

    Prabowo Sebut Indonesia Kekurangan 70 Ribu Dokter Spesialis

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional melalui pembangunan infrastruktur rumah sakit, penambahan fakultas kedokteran, serta percepatan pencetakan tenaga medis, khususnya dokter spesialis. Kepala Negara mengatakan bahwa bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam ketersediaan tenaga kesehatan. “Kita masih menghadapi kendala. Bangsa kita sangat besar. Kekurangan dokter, kekurangan spesialis, kekurangan […]

  • Gibran Jenguk Umar di RS Pelni, Pengemudi Ojek Online Korban Demo

    Gibran Jenguk Umar di RS Pelni, Pengemudi Ojek Online Korban Demo

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 265
    • 0Komentar

    RS Pelni menyebutkan ada total 24 orang pasien korban demo yang masuk IGD, salah satunya Moh Umar Amarudin, pengemudi ojek online (ojol) yang terluka saat unjuk rasa. VP Corporate Secretary and Legal PT RS Pelni Abdul Aziz Purnomo mengatakan di Jakarta, Sabtu, dari 24 tersebut 19 orang terindikasi rawat jalan dari IGD. “Lima di antaranya […]

  • Rusdi Masse

    RMS Buka Suara soal Gabung PSI dan Tinggalkan NasDem

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Isu hengkangnya Rusdi Masse (RMS) dari Partai NasDem kembali mencuat di tengah kabar sosok berinisial ‘Mister R’ yang disebut akan bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun, kabar tersebut masih menjadi tanda tanya setelah Ketua DPW NasDem Sulsel itu enggan membahas spekulasi mengenai kepindahannya. Nama Mister R pertama kali mencuat setelah diungkap oleh Sekjen PSI […]

expand_less