Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Prabowo Akui Tak Simpan Dendam pada Anies: Politik Harus Rame

Prabowo Akui Tak Simpan Dendam pada Anies: Politik Harus Rame

  • account_circle Orbitnews Co
  • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
  • visibility 192
  • comment 0 komentar

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025). Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan tidak menyimpan dendam kepada Anies Baswedan, rival politiknya di Pilpres 2024 yang kala itu didukung PKS.

“Kita ingin menang tapi kita juga harus siap kalah. Kalau mau belajar kalah, belajar dari Prabowo Subianto. Lima kali pemilihan, empat kali kalah. PKS ikut-ikut lagi,” ujar Prabowo sambil tersenyum.

Prabowo sempat berseloroh soal PKS yang tak mendukungnya saat akhirnya ia menang di Pilpres 2024.

“Dua kali dukung gue, dua kali kalah. Yang gue menang, lu nggak dukung lagi, ha-ha-ha… Tapi oke, yang lewat, lewat. Kita bersatu sekarang demi bangsa dan negara,” ucapnya.

Prabowo juga menyinggung hubungannya dengan Anies. Ia menegaskan tidak menyimpan dendam.

“Aku terus terang aja loh, saya tuh nggak dendam sama Anies, nggak. Kalau dikasih nilai 11, itu gue nggak marah itu. Eh bener lho, sebenernya dia yang bantu aku menang, karena emak-emak kasihan gitu lho, iya kan,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengapresiasi sikap PKS yang kini bergabung dalam pemerintahannya. Ia menceritakan pernah meminta PKS mengajukan kader terbaik untuk duduk di kabinet.

“Saudara-saudara, saya terkesan sama PKS waktu PKS gabung di koalisi kami setelah merantau sebentar, setelah gabung saya minta silakan ajukan kader yang terbaik untuk di kabinet, iya kan,” tutur Prabowo.

Prabowo mengaku tak menyangka PKS justru mengajukan nama seorang profesor dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yakni Yassierli, yang kini menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan (Menaker).

“Saya pikir pasti kader politik, entah tokoh-tokoh yang terkenal. Yang disampaikan profesor dari ITB. Boleh juga ini PKS,” kata Prabowo.

Menurutnya, langkah PKS tersebut menunjukkan tanggung jawab besar pada negara.

“Jadi ternyata PKS ini juga punya suatu rasa tanggung jawab besar pada negara. Yang diajukan teknokrat, walaupun saya percaya di semua partai banyak juga yang teknokrat yang capable dan saya alhamdulillah terima,” pungkasnya.

  • Penulis: Orbitnews Co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Komitmen Prabowo Berantas Korupsi, Ini Kata Gibran Soal OTT Wamenaker Noel

    Dukung Komitmen Prabowo Berantas Korupsi, Ini Kata Gibran Soal OTT Wamenaker Noel

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gibran menegaskan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. “Kita hormati proses yang sudah berjalan. Kita hormati independensi KPK,” kata Wapres Gibran saat memberikan keterangan usai meninjau lokasi terdampak gempa di SDN 1 […]

  • Sidang Kabinet, Prabowo dan Gibran Evaluasi Capaian 10 Bulan Pertama

    Sidang Kabinet, Prabowo dan Gibran Evaluasi Capaian 10 Bulan Pertama

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menghadiri Sidang Kabinet Paripurna ke-8 pemerintahan Kabinet Merah Putih yang digelar di Ruang Sidang Kabinet, Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, (06/08/2025). Sidang yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto ini membahas evaluasi capaian 10 bulan pertama pemerintahan Kabinet Merah Putih. Pada kesempatan ini, Wapres turut mencermati arahan strategis Presiden Prabowo yang menekankan […]

  • Ilustrasi Rupiah

    Rupiah Diprediksi Menguat, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Nilai tukar rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyusul kabar bahwa delegasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan segera bertemu. Optimisme pasar meningkat karena pertemuan ini dinilai dapat meredakan ketegangan perdagangan antara dua negara ekonomi terbesar dunia. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan harapan investor terhadap […]

  • Ketum PSI Kaesang Tetapkan Sekjen dan Bendahara Umum

    Ketum PSI Kaesang Tetapkan Sekjen dan Bendahara Umum

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Tim Formatur Kepengurusan DPP PSI menggelar rapat perdana. Salah satu keputusan dalam rapat itu menetapkan Raja Juli Antoni Sekjen DPP PSI, dan Fenty Noverita sebagai Bendahara Umum DPP PSI. “Untuk hari ini, kami hanya mengumumkan untuk posisi Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum supaya urusan surat menyurat berjalan lancar. Untuk Sekjen masih sama, Bapak Raja Juli […]

  • Wapres Gibran Jenguk Korban Demo di RSCM dan RS Pelni

    Wapres Gibran Jenguk Korban Demo di RSCM dan RS Pelni

    • calendar_month Minggu, 31 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjenguk beberapa warga di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RS Pelni, Jakarta yang menjadi korban luka-luka akibat dampak bentrok massa aksi dan polisi. Gibran mendatangi dua RS masing-masing di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat itu pada Jumat (29/8) malam. Di RS Pelni, Wapres Gibran menjenguk Moh. Umar Amirudin, pengendara […]

  • Andi Amran Sulaiman

    Mentan Dorong Kaltara Jadi Lumbung Pangan Nasional

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi lumbung pangan nasional sekaligus pintu ekspor komoditas strategis ke Malaysia. “Dulu perbatasan identik dengan selundupan pangan. Sekarang kita ubah paradigma, bukan lagi menjaga selundupan, tetapi menanam sendiri komoditas strategis yang dibutuhkan. Inilah pertahanan pangan sekaligus peluang ekspor terbaik bagi Indonesia,” kata Mentan dalam keterangan […]

expand_less