Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bukan Lagi Perang Fisik, Ini Makna Jihad Santri di Era Digital

Bukan Lagi Perang Fisik, Ini Makna Jihad Santri di Era Digital

  • account_circle Faqih Haq
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 153
  • comment 0 komentar

Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq menegaskan bahwa jihad kebangsaan para santri di era modern tidak lagi berbentuk perang fisik, melainkan perjuangan melawan korupsi, hoaks, intoleransi, dan kemiskinan moral.

Ia mengingatkan bahwa budaya global yang serba cepat sering kali menghilangkan kedalaman makna hidup. Karena itu, ia menantang santri untuk menjaga kesabaran dalam kecepatan, kesantunan dalam kebebasan, dan spiritualitas dalam digitalitas.

“Menjaga NKRI bukan sekadar mempertahankan wilayah, tetapi memastikan nilai keadilan, kesejahteraan, dan kemanusiaan tegak di dalamnya,” kata Maman di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Menurut Maman, santri adalah garda terdepan penjaga iman dan kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi, sehingga menjadi pilar utama berdirinya Republik Indonesia.

Ia menegaskan, sejarah telah membuktikan bahwa santri selalu merawat nilai-nilai keislaman yang damai. Menurutnya, ideologi radikal transnasional gagal memahami konteks keislaman Nusantara karena menafsirkan agama secara kaku dan tekstual tanpa memperhatikan akar sejarah serta budaya lokal.

“Santri bukan hanya ahli ibadah, tetapi juga pejuang kemerdekaan. Dari Kiai Haji Hasyim Asy’ari yang menyerukan resolusi jihad, hingga ribuan santri yang gugur mempertahankan tanah air,” katanya.

Maman menegaskan bahwa santri adalah identitas asli Nusantara. Jauh sebelum muncul istilah gerakan transnasional, para kiai dan santri telah menjadi jantung peradaban Islam di Bumi Nusantara, menyebarkan Islam melalui pendekatan budaya, bukan kekerasan.

“Santri tidak lahir dari ideologi impor, tetapi dari kearifan lokal yang menyatukan tauhid dan tradisi,” katanya.

Lebih lanjut, Maman mengatakan tantangan santri masa kini bukan lagi mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan fisik, melainkan mengawal kemerdekaan dari kebodohan, ketimpangan sosial, dan dekadensi moral.

“Santri harus tampil di panggung global dengan keilmuan, teknologi, dan diplomasi budaya. Indonesia berpotensi menjadi center of moderate Islam di dunia, dan santri bisa menjadi duta nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin di tengah dunia yang haus spiritualitas dan keadilan sosial,” jelasnya.

Ia pun mengajak santri untuk tidak lagi menjadi penonton sejarah, melainkan aktor utama perubahan.

“Santri harus melek digital, paham geopolitik, dan mampu berdialog dengan dunia. Tapi semua itu harus berakar pada nilai pesantren: adab, keikhlasan, tawadhu, dan cinta tanah air,” katanya.

  • Penulis: Faqih Haq

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi rapat paripurna dpr

    DPR RI Setujui RUU P2SK dan Statistik Jadi Usul Inisiatif Baru

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Rapat Paripurna Ke-6 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026 menyetujui dua Rancangan Undang-Undang (RUU), yakni RUU tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) serta RUU tentang Statistik sebagai usul DPR RI. “Dapat disetujui menjadi rancangan undang-undang usul DPR RI?” tanya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco […]

  • Istana Jadi Saksi

    Istana Jadi Saksi

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Istana adalah bangunan besar dan mewah yang biasanya menjadi kediaman resmi keluarga kerajaan, kepala negara, atau petinggi lainnya. Istana juga merupakan pusat kegiatan resmi dan kenegaraan. Istana adalah Simbol kekuasaan. Istana Kepresidenan adalah tempat presiden berdinas, menjamu tamu negara, tempat upacara dan kegiatan presiden. Ada Istana Negara dan ada Istana Merdeka. Istana terletak di Jantung […]

  • Perintah Soekarno untuk Arsitek Soedarsono

    Perintah Soekarno untuk Arsitek Soedarsono

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Pada tahun 1958, arsitek R.M. Soedarsono membangun Masjid Baiturrahim di samping barat Istana Merdeka. Pembangunan tersebut rampung pada tahun 1961. Pada masa pemerintahan Presiden Habibie mesjid ini diperluas pada sisi selatan dengan bangunan simetris dengan sisi utara, sedangkan bagian dalam kubah mesjid dihiasi dengan kaligrafi dari ayat-ayat suci Alquran. Setelah membangun Mesjid Baiturrahim Presiden Soekarno […]

  • Ibu Selvi Gibran: Kita Harus Jaga Lingkungan & Bebas Sampah

    Ibu Selvi Gibran: Kita Harus Jaga Lingkungan & Bebas Sampah

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Ibu Selvi Gibran Rakabuming bersama anggota Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Era Kabinet Merah Putih menghadiri Kick Off “Laut Sehat Bebas Sampah (Laut Sebasah)” sekaligus Groundbreaking Pengembangan Kawasan Mangrove Nasional yang merupakan rangkaian dari peringatan Bulan Cinta Laut. Acara bertempat di Kamal Muara, Penjaringan, Kota Jakarta Utara, Rabu (06/08/2025). Dalam pesannya, Ibu Selvi Gibran mengingatkan […]

  • Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso

    Ekspor RI Ditargetkan Naik 2,5 Kali Lipat Lewat CEPA dengan Uni Eropa dan Kanada

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan penandatanganan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA) dengan Kanada dan Uni Eropa menjadi pijakan penting bagi perdagangan Indonesia di pasar global. “Penyelesaian IEU-CEPA dan penandatanganan ICA-CEPA adalah titik tolak perjalanan kita untuk memperkuat posisi perdagangan Indonesia di kancah global, terutama dalam kondisi geopolitik dan perdagangan dunia saat ini,” ujar Budi […]

  • Irama Kerja Presiden Habibie

    Irama Kerja Presiden Habibie

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Pemerintahan Presiden Soeharto berakhir dalam sebuah upacara mendadak di Ruang Kredensial Istana Merdeka pada 21 Mei 1998. Dalam acara singkat yang disiarkan langsung melalui televisi, sesaat setelah Presiden Soeharto mengundurkan diri, maka Wakil Presiden Prof. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie mengucapkan sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung untuk memulai tugasnya sebagai Presiden Republik Indonesia yang […]

expand_less