Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kemenhut Era Raja Juli Antoni Terbuka terhadap Akademisi dan Dunia Pendidikan

Kemenhut Era Raja Juli Antoni Terbuka terhadap Akademisi dan Dunia Pendidikan

  • account_circle Faqih Haq
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • visibility 194
  • comment 0 komentar

Ketua Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Kehutanan se-Indonesia (FOReTIKA) Mujetahid menilai kepemimpinan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni membawa semangat kolaboratif yang kuat. Terutama dalam menjalin sinergi dengan dunia akademik dan lembaga pendidikan tinggi kehutanan di seluruh Indonesia.

Sebagai Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua FOReTIKA, Mujetahid memandang Kementerian Kehutanan di bawah kepemimpinan Raja Juli Antoni selalu terbuka terhadap masukan dari berbagai perguruan tinggi kehutanan. Langkah ini dinilainya sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk membangun sektor kehutanan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

“Sebagai akademisi, saya melihat Kementerian Kehutanan selalu mengajak dan terbuka untuk mendapatkan masukan dari perguruan tinggi kehutanan seluruh Indonesia, untuk bersinergi menuju pembangunan kehutanan berkelanjutan dan berkeadilan,” ujar Mujetahid ketika dihubungi wartawan, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, keterbukaan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, melainkan diwujudkan dalam berbagai kebijakan dan kegiatan konkret yang melibatkan unsur kampus.

Mujetahid menjelaskan, Kementerian Kehutanan memberikan ruang bagi perguruan tinggi untuk mengusulkan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK), terutama bagi kampus yang belum mendapatkan izin pengelolaan kawasan tersebut.

“Kementerian Kehutanan memberi ruang kepada perguruan tinggi kehutanan untuk mengusulkan KHDTK bagi yang belum mendapatkan izin mengelola kawasan hutan dengan tujuan khusus pendidikan,” katanya.

Selain itu, Menteri Kehutanan juga secara aktif mengundang perguruan tinggi kehutanan untuk memberikan masukan terhadap berbagai program dan kebijakan kementerian, termasuk dalam pembahasan kerja sama strategis antar lembaga.

“Menteri Kehutanan mengundang perguruan tinggi kehutanan untuk memberikan masukan terkait program Kemenhut, termasuk membahas program kerja sama,” lanjutnya.

Mujetahid menambahkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi juga terlihat dalam partisipasi aktif kampus pada acara peluncuran rencana investasi Result Based Contribution (RBC) tahap keempat, serta layanan dana masyarakat untuk lingkungan (small grant) periode ketiga.

Program ini, menurutnya, membuka kesempatan bagi perguruan tinggi kehutanan untuk mengakses pendanaan riset dan pengabdian masyarakat di sektor kehutanan.

“Perguruan tinggi kehutanan diundang untuk memanfaatkan grant ini agar dapat memperkuat kontribusi akademik terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian Kehutanan juga melibatkan kalangan akademik dalam sejumlah proses strategis, seperti penyusunan rencana operasional IFNET 2030, perhitungan PNBP pelepasan kawasan hutan, serta forum Rapat Kerja (Raker), Rakornas, dan monitoring–evaluasi kegiatan kementerian.

“Pelibatan ini menunjukkan bahwa pandangan akademisi menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan di sektor kehutanan,” kata Mujetahid.

Kolaborasi dalam Pendidikan dan Pengembangan SDM

Tidak hanya di level kebijakan, Kementerian Kehutanan juga memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas mahasiswa melalui program Kuliah Forestry Update Course yang digelar untuk perguruan tinggi kehutanan di Indonesia.

“Kementerian Kehutanan bekerja sama dan memberi support dalam Kuliah Forestry Update Course kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia selama 16 kali pertemuan,” ujar Mujetahid.

Ia menilai kegiatan ini menjadi sarana penting untuk menyelaraskan wawasan mahasiswa dengan perkembangan terbaru di dunia kehutanan, sekaligus memperkuat jembatan antara teori akademik dan praktik di lapangan.

Menurut Mujetahid, rangkaian inisiatif kolaboratif tersebut mencerminkan karakter kepemimpinan Menteri Kehutanan yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi hasil. Ia menilai capaian ini turut menjelaskan mengapa Raja Juli Antoni masuk dalam 10 besar menteri dengan kinerja terbaik versi Survei IndoStrategi.

“Sinergi dengan akademisi bukan hanya memperkaya kebijakan, tapi juga memperkuat legitimasi pembangunan kehutanan yang berbasis ilmu pengetahuan,” tutupnya.

  • Penulis: Faqih Haq

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jojo Melangkah Mulus ke Babak 16 Besar Kejuaraan Dunia

    Jojo Melangkah Mulus ke Babak 16 Besar Kejuaraan Dunia

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Tunggal putra Indonesia Jonatan “Jojo” Christie melangkah mulus ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia 2025 setelah menyingkirkan tunggal Azerbaijan Ade Resky Dwicahyo dua gim langsung, 21-9 dan 21-17 pada babak 32 besar di Court 1 Arena Adidas, Paris, Rabu. Menurut Jojo, Ade begitu agresif sampai dia mencoba meredam sejumlah variasi serangannya agar tidak bisa mengambil […]

  • Prabowo: Sekolah Rakyat Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Bangsa

    Prabowo: Sekolah Rakyat Hadirkan Harapan Baru bagi Anak Bangsa

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat menjadi titik awal terwujudnya harapan baru bagi anak-anak bangsa. Dalam arahannya kepada para guru dan kepala Sekolah Rakyat pada Jumat, 22 Agustus 2025, Kepala Negara menyampaikan bahwa dalam waktu yang tidak lama sebanyak 100 lebih Sekolah Rakyat telah beroperasi. “Tapi kita buktikan, yang tidak pernah diduga hari […]

  • Ilustrasi TNI

    137 Perwira Kodam XIII/Merdeka Naik Pangkat, Pangdam: Bukan Sekadar Administrasi

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Sebanyak 137 perwira di jajaran Kodam XIII/Merdeka resmi memperoleh kenaikan pangkat pada Rabu (1/10), mulai dari perwira pertama hingga perwira menengah. “Semoga kenaikan pangkat ini menjadi motivasi untuk semakin meningkatkan kinerja dalam mengemban tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Suhardi dalam keterangannya, Kamis (2/10/2025). Mayjen TNI Suhardi menegaskan bahwa kenaikan pangkat […]

  • Terbukti Korupsi Proyek Pemkot Semarang, Mbak Ita Divonis 5 Tahun dn Suami 7 Tahun Penjara

    Terbukti Korupsi Proyek Pemkot Semarang, Mbak Ita Divonis 5 Tahun dn Suami 7 Tahun Penjara

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Mantan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dalam kasus tindak pidana korupsi di pemerintah kota tersebut pada kurun waktu 2022 hingga 2024. Putusan yang dibacakan Hakim Ketua Gatot Sarwadi pada sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jawa Tengah, Rabu, lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum […]

  • Presiden Prabowo Beri Arahan Retreat Anggota KADIN Indonesia

    Presiden Prabowo Beri Arahan Retreat Anggota KADIN Indonesia

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan sekaligus melepas keberangkatan anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menuju kegiatan retreat di Magelang, Jawa Tengah, pada 8 hingga 10 Agustus 2025. Pertemuan yang berlangsung di kediaman Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 8 Agustus 2025, dihadiri sekitar 230 anggota KADIN yang terdiri dari pengurus pusat […]

  • Prabowo Gibran

    Riset IDSIGHT: Kinerja Setahun Pemerintahan, Penilaian Positif Prabowo Capai 77,9%

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Genap setahun usia pemerintahan, publik memberikan nilai positif terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto hingga mencapai 77,5%. Hanya 10,1% yang menilai secara negatif, dan sisanya cenderung bersikap netral. Penilaian tersebut masih terbilang tinggi, jika melihat penurunan yang sempat dialami pada triwulan II (74,6%) dan triwulan III (72,2%). Meskipun demikian angkanya masih di bawah penilaian pada 100 […]

expand_less