Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pemerintah Pastikan 82,9 Juta Warga Terima Makan Bergizi Gratis Mulai Maret 2026

Pemerintah Pastikan 82,9 Juta Warga Terima Makan Bergizi Gratis Mulai Maret 2026

  • account_circle Faqih Haq
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 226
  • comment 0 komentar

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas menargetkan sebanyak 82,9 juta penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal terealisasi pada Maret 2026.

Menurutnya, target tersebut dapat tercapai setelah Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola Program MBG diterbitkan dalam waktu dekat.

“Diperkirakan tahun 2026, Maret, kita sudah bisa mencapai 82,9 juta (penerima) dengan risiko, dengan harapan tidak ada risiko satu orang pun,” kata Zulhas di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Zulhas menjelaskan, pemerintah terus melakukan perbaikan dan evaluasi terhadap tata kelola MBG. Ia memastikan bahwa tidak ada lagi seorang anak yang akan menjadi korban dari kelalaian penyediaan makanan bergizi gratis.

Lebih lanjut, Zulhas mengungkapkan dirinya telah mendapat penugasan untuk menjadi ketua tim koordinasi antarinstansi, baik di pemerintah pusat maupun daerah, guna memastikan pelaksanaan program berjalan optimal.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap penyelenggaraan MBG akan diperketat hingga tingkat desa.

“Pengawasan tentu nanti sampai ke desa, itu di Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, ada gubernur, bupati, wali kota, camat, sampai desa. Itu pengawasan, sehingga nanti puskesmas, dinas kesehatan bisa secara rutin melakukan evaluasi dipimpin langsung nanti sama pelaksana harian, Bu Nanik (Wakil Kepala BGN),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa penyusunan Perpres Tata Kelola MBG sudah rampung.

Dalam aturan tersebut, pemerintah juga menegaskan adanya sanksi tegas bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melanggar standar operasional prosedur (SOP), meskipun sanksi tersebut saat ini sudah diberlakukan.

“Sanksi tersebut berupa administratif termasuk penghentian operasional bagi SPPG yang terbukti melanggar SOP dan ketentuan,” ujar Dadan.

Dengan selesainya penyusunan perpres dan penguatan pengawasan lintas lembaga, pemerintah optimistis program Makan Bergizi Gratis akan berjalan efektif dan menjangkau seluruh penerima manfaat di seluruh Indonesia pada 2026 mendatang.

  • Penulis: Faqih Haq

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kaesang: Bung Karno Idola Saya, Berpolitik di Usia Muda

    Kaesang: Bung Karno Idola Saya, Berpolitik di Usia Muda

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep berziarah dan menabur bunga di makam Proklamator sekaligus Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur. Putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu menyebut dirinya mengidolakan sosok Bung Karno yang memulai karier politiknya sejak muda. “Beliau itu kan dulu pertama kali berpolitik juga […]

  • Kejar-Kejaran, DPR Mau Gas & Kebut Revisi UU Haji

    Kejar-Kejaran, DPR Mau Gas & Kebut Revisi UU Haji

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, berharap revisi Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dapat segera diselesaikan pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026. Menurutnya, percepatan ini penting mengingat tahapan persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 sudah mulai berjalan sejak tahun ini. “Revisi Undang-Undang Haji ini harus segera tuntas, karena waktunya berkejaran dengan siklus persiapan haji […]

  • ‘Tabola Bale’ Bikin Istana Berpesta, Presiden Prabowo Ikut Joget Bersama Masyarakat

    ‘Tabola Bale’ Bikin Istana Berpesta, Presiden Prabowo Ikut Joget Bersama Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Ada momen tak biasa sekaligus mencuri perhatian pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2025. Di balik kekhidmatan upacara sakral tersebut, suasana tiba-tiba pecah penuh tawa dan sorak ketika lagu “Tabola Bale” dibawakan oleh Silet Open Up dan Diva Aurel. Lagu yang memadukan musik khas Timur yang […]

  • Piyu Padi dan Badai Pilih Obrolan Ringan Saat Nongkrong

    Piyu Padi dan Badai Pilih Obrolan Ringan Saat Nongkrong, Bukan Soal Musik

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Dikenal vokal memperjuangkan hak cipta dan royalti musik, Piyu Padi dan Badai ternyata punya cara sederhana untuk melepas penat. Saat nongkrong berdua, mereka justru menghindari topik berat seputar industri musik. Badai menegaskan, momen kumpul bukanlah waktu menambah beban pikiran.“Nggak lah, kita nggak usah bikin pusing juga,” ujar Badai santai saat keduanya hadir dalam pembukaan kembali […]

  • Wapres Gibran Hadiri Pelantikan Sejumlah Pejabat Negara di Istana Negara

    Wapres Gibran Hadiri Pelantikan Sejumlah Pejabat Negara di Istana Negara

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming menghadiri acara pengucapan sumpah/janji serta pelantikan sejumlah pejabat negara yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, (25/08/2025). Dalam acara yang berlangsung khidmat ini, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pengucapan sumpah Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Suharto, dan secara resmi melantik Kepala dan Wakil Kepala Badan. Adapun para pejabat yang dilantik antara lain […]

  • Ilustrasi Startup

    BRIN Beberkan Alasan Banyak Startup Gagal

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap salah satu penyebab utama banyaknya perusahaan rintisan (startup) gagal berkembang bahkan bangkrut. Faktor terbesarnya, karena produk atau layanan yang dikembangkan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Banyak sekali startup gagal, alasan utamanya no marketing. Jadi, sebenarnya apa yang dihasilkan startup tidak inline (sejalan) dengan apa yang dibutuhkan masyarakat,” kata […]

expand_less