Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Utang LRT Jabodebek Rp2,2 Triliun, Danantara Tegaskan Skema Pembayaran Harus Tepat

Utang LRT Jabodebek Rp2,2 Triliun, Danantara Tegaskan Skema Pembayaran Harus Tepat

  • account_circle Orbitnews Co
  • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
  • visibility 215
  • comment 0 komentar

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan akan meninjau secara menyeluruh skema pembayaran utang proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).

Masih terdapat sisa pembayaran sebesar Rp2,2 triliun dalam proyek pembangunan LRT, yang rencananya akan diselesaikan KAI setelah memperoleh persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa skema pembayaran utang tersebut harus dirancang secara tepat agar tidak membebani kondisi keuangan KAI.

“Saya akan cek polanya. Skemanya harus proper dan benar, karena kita harus memastikan setiap perusahaan tetap sehat,” kata Dony di Jakarta, Senin (29/09/2025).

Pernyataan ini muncul setelah Direktur Utama ADHI Entus Asnawi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima penegasan dari Kementerian Keuangan terkait pembayaran piutang proyek LRT melalui KAI, dengan kemungkinan menggunakan skema penyertaan modal negara (PMN) atau subsidi kepada KAI.

“KAI nantinya akan melakukan pembayaran secara penuh kepada Adhi Karya,” kata Entus dalam Public Expose Live di Jakarta, Senin (8/9).

Direktur Keuangan ADHI Bani Iqbal menambahkan, proses pelunasan piutang saat ini masih dalam tahap diskusi dengan Kementerian Keuangan, PT KAI, dan Danantara. Target penyelesaian ditetapkan secepatnya pada akhir 2025.

Proyek LRT Jabodebek secara keseluruhan menghabiskan anggaran hingga Rp32,5 triliun. Pembangunan LRT sepanjang 44 kilometer itu awalnya dibiayai oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015, dengan alokasi dana Rp23,3 triliun lewat skema PMN dari total kontrak Rp25,5 triliun.

Pada 2016, regulasi tersebut direvisi melalui Perpres Nomor 65 Tahun 2016. Revisi itu memperluas mandat PT Adhi Karya yang semula hanya bertanggung jawab atas pembangunan jalur layang, stasiun, dan fasilitas operasi, menjadi termasuk pembangunan depo sebagai bagian dari proyek LRT Jabodebek.

  • Penulis: Orbitnews Co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meriah & Seru, Wapres Gibran Lomba-Lomba HUT RI ke-80 di Kantornya

    Meriah & Seru, Wapres Gibran Lomba-Lomba HUT RI ke-80 di Kantornya

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) menyelenggarakan kegiatan berbagai perlombaan permainan tradisional. Kegiatan bertajuk “Setwapres Merdeka” ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang digelar di Lapangan Parkir Setwapres, Jl. Kebon Sirih No. 14, Jakarta, pada Rabu (13/8/2025) ini berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Acara dimulai dengan senam pagi bersama sebagai pemanasan […]

  • NTB Menuju PON 2028

    NTB Menuju PON 2028

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Di tengah riuh wacana Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, Stadion GOR 17 Desember Turide di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih berdiri dengan wajah lamanya. Bagi masyarakat NTB, Turide bukan sekadar lapangan. Stadion ini adalah saksi sejarah olahraga, tempat ribuan atlet berlatih, pertandingan digelar, dan warga berkumpul. Namun, hingga kini tribun belum tersentuh renovasi besar. […]

  • Jokowi Hadiri Pernikahan di Bali

    Jokowi Hadiri Pernikahan di Bali, Sekaligus Rayakan Ultah Iriana dan Gibran

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, berkunjung ke Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar, Rabu (1/10) sore. Kehadirannya kali ini untuk memenuhi undangan pernikahan I Putu Yoga Saputra dengan Nawi Komang Somya Brawisci yang digelar di Taman Prakerti Bhuana. I Putu Yoga Saputra diketahui merupakan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus Plt Ketua […]

  • Perintah Soekarno untuk Arsitek Soedarsono

    Perintah Soekarno untuk Arsitek Soedarsono

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Pada tahun 1958, arsitek R.M. Soedarsono membangun Masjid Baiturrahim di samping barat Istana Merdeka. Pembangunan tersebut rampung pada tahun 1961. Pada masa pemerintahan Presiden Habibie mesjid ini diperluas pada sisi selatan dengan bangunan simetris dengan sisi utara, sedangkan bagian dalam kubah mesjid dihiasi dengan kaligrafi dari ayat-ayat suci Alquran. Setelah membangun Mesjid Baiturrahim Presiden Soekarno […]

  • KRL, LRT dan MRT

    Demi Percepatan, Kemenhub dan Pemprov Banten Tingkatkan Sistem Sinyal KRL Rangkasbitung–Merak

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan peningkatan sistem persinyalan untuk memperbanyak dan mempercepat perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) di lintasan Rangkasbitung–Merak. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan memperbaiki layanan transportasi di wilayah tersebut. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo menjelaskan, peningkatan ini bukan berupa penambahan jalur, melainkan optimalisasi […]

  • Andi Amran Sulaiman

    Mentan Dorong Kaltara Jadi Lumbung Pangan Nasional

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi lumbung pangan nasional sekaligus pintu ekspor komoditas strategis ke Malaysia. “Dulu perbatasan identik dengan selundupan pangan. Sekarang kita ubah paradigma, bukan lagi menjaga selundupan, tetapi menanam sendiri komoditas strategis yang dibutuhkan. Inilah pertahanan pangan sekaligus peluang ekspor terbaik bagi Indonesia,” kata Mentan dalam keterangan […]

expand_less