Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Pemerintah Kaji Aturan Impor Scrap Besi Usai Kasus Cemaran Radioaktif Cs-137

Pemerintah Kaji Aturan Impor Scrap Besi Usai Kasus Cemaran Radioaktif Cs-137

  • account_circle Orbitnews Co
  • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
  • visibility 94
  • comment 0 komentar

Pemerintah tengah mengkaji kebijakan impor scrap besi, termasuk kemungkinan memasukkan komoditas tersebut ke dalam kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq.

“Kemarin mengemuka dari para anggota Satgas untuk merumuskan lagi kebijakan tentang importasi scrap. Tapi itu tidak gegabah, kita harus diskusi dengan para pihak untuk merumuskan ini,” jelas Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif usai Forum Kolaborasi Pemulihan Ekosistem Gambut di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Hanif merujuk pada Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Cs-137 yang dibentuk setelah ekspor udang beku PT BMS dari Indonesia ke Amerika Serikat ditemukan tercemar radioaktif Cesium-137.

Paparan radioaktif itu diduga berasal dari pabrik peleburan logam bekas PT Peter Metal Technology (PMT) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Perusahaan tersebut mengolah scrap besi dengan metode induksi, sehingga radiasi dari besi menempel pada fasilitas pabrik dan kemudian mencemari produk udang beku.

Saat ini, Kawasan Industri Modern Cikande ditetapkan sebagai kejadian khusus radiasi radionuklida Cesium-137.

Selain itu, paparan Cesium-137 juga ditemukan pada sembilan kontainer scrap besi di Pelabuhan Tanjung Priok pada September lalu. Menurut Kementerian Perindustrian, perusahaan pengimpor scrap tersebut tidak memiliki izin resmi. Namun belum dijelaskan lebih lanjut apakah terkait legalitas perusahaan atau izin impor.

Berkaca dari kasus tersebut, Hanif menyebut para menteri yang tergabung dalam Satgas mulai membahas regulasi terkait scrap besi.

“Kalau dari sisi kami itu kan tidak masuk di dalam limbah B3 karena masih bentuk barang yang bisa diolah scrap… Tapi kemarin mengemuka seperti itu, pendapat dari para menteri yang ada di dalam rakortas itu menyampaikan bahwa itu harus dilakukan pembatasan atau seperti apa, kita sedang desainkan, sedang dirumuskan regulasi,” pungkas Hanif.

  • Penulis: Orbitnews Co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abdul Mu'ti

    Muhammadiyah Bangga Dua Kadernya Masuk 10 Menteri Berkinerja Terbaik

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Masuknya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ke dalam daftar 10 menteri dengan kinerja terbaik versi Survei IndoStrategi disambut dengan rasa syukur dan kebanggaan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Wakil Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menyampaikan apresiasinya atas capaian dua kader Muhammadiyah tersebut yang dinilai menunjukkan kinerja unggul […]

  • Berdayakan Gamer Kreator, Lenovo Luncurkan Legion Produk Terbaru

    Berdayakan Gamer Kreator, Lenovo Luncurkan Legion Produk Terbaru

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Lenovo resmi meluncurkan jajaran produk terbaru dari ekosistem Lenovo Legion di Indonesia. Peluncuran ini menegaskan visi Lenovo Legion “Reach Your Impossible” yakni untuk memberdayakan setiap gamer dan kreator agar dapat mencapai impian mereka melalui teknologi pintar yang mendukung performa luar biasa dalam pengalaman gaming maupun keseharian. Legion bukan sekadar perangkat, melainkan pengalaman yang saling terhubung, […]

  • Wapres Gibran di Mempawah

    Wapres Gibran Tegaskan Proyek IKN Lanjut

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming secara tegas menyebutkan bahwa proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap berlanjut di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menepis kabar yang beredar bahwa proyek IKN dihentikan. “Jadi IKN ini bukan hanya sekadar membangun istana, tetapi juga simbol, sekali lagi, simbol pemerataan pembangunan yang tidak lagi Jawa Sentris,” tegasnya saat […]

  • Sekelumit Sejarah Istana Merdeka

    Sekelumit Sejarah Istana Merdeka

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Istana Merdeka berawal dari sebuah istana kolonial yang dibangun pada 1873-1879 untuk gubernur jenderal Hindia Belanda, yang awalnya dikenal sebagai Paleis Koningsplein dan kemudian Istana Gambir. Setelah Indonesia merdeka, namanya diubah menjadi Istana Merdeka. Pada 27 Desember 1949 menjadi lokasi penandatanganan pengakuan kedaulatan RIS. Kini, Istana Merdeka berfungsi sebagai tempat upacara kenegaraan dan kediaman resmi […]

  • Wapres Gibran Rakabuming Raka

    Wapres Gibran Janjikan Perlindungan untuk Pedagang Kecil

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Pasar Induk Senen, Jakarta, Selasa (tanggal sesuai), untuk meninjau aktivitas pasar tradisional. Dalam kesempatan itu, Gibran menyapa pedagang, mendengar keluhan mereka, sekaligus memastikan dukungan pemerintah bagi pedagang kecil. “Pemerintah tidak hanya berfokus pada menjaga stabilitas harga bahan pokok, tetapi juga memastikan bahwa pedagang kecil mendapat perlindungan dan […]

  • Purbaya Yudhi Sadewa

    Menkeu Purbaya Siapkan Sistem AI untuk Awasi Jalur Kepabeanan dan Cukai

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana menyiapkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat pengawasan jalur kepabeanan dan cukai di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil setelah dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Rabu (22/10/2025). Purbaya menilai sistem pengawasan yang ada saat ini belum optimal […]

expand_less