Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Menkeu Purbaya Siapkan Sistem AI untuk Awasi Jalur Kepabeanan dan Cukai

Menkeu Purbaya Siapkan Sistem AI untuk Awasi Jalur Kepabeanan dan Cukai

  • account_circle Faqih Haq
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 146
  • comment 0 komentar

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana menyiapkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat pengawasan jalur kepabeanan dan cukai di seluruh Indonesia.

Langkah ini diambil setelah dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Rabu (22/10/2025).

Purbaya menilai sistem pengawasan yang ada saat ini belum optimal untuk memonitor praktik-praktik ilegal seperti underinvoicing atau penyelundupan.

“Sebenarnya sudah cukup bagus, tapi belum ke level di mana saya bisa secara daring di situ saja memonitor kapal underinvoicing. Belum sampai sana karena AI-nya belum dikembangkan. Dalam tiga bulan ke depan kami akan kembangkan sistem AI yang lebih siap di Bea Cukai,” kata Purbaya.

Rencana tersebut merupakan kelanjutan dari tinjauannya terhadap Lembaga National Single Window (LNSW) Kemenkeu, yang sehari sebelumnya ia kunjungi.

Purbaya menyebut ingin menjadikan LNSW sebagai pusat intelijen berbasis teknologi informasi (IT) untuk pengawasan aktivitas ekspor dan impor nasional.

“Dalam konteks itu, LNSW nantinya akan menjadi think tank atau organisasi yang memberikan rekomendasi melalui riset untuk aktivitas perdagangan. Saya akan siapkan 10 orang ahli dari berbagai bidang yang bisa menganalisis potensi-potensi kebocoran yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, sistem pengawasan akan diperkuat secara menyeluruh — dari LNSW, Bea Cukai, hingga Pajak — sebagai bagian dari upaya menutup celah kebocoran penerimaan negara.

“Ini kelanjutannya. Saya akan perkuat semua, LNSW, bea cukai, dan nanti juga pajak. Pada dasarnya, kami akan perkuat sistem penerimaan kita dari ujung ke ujung,” katanya.

Purbaya optimistis penerapan AI akan meningkatkan efisiensi dan transparansi penerimaan negara.

“Kalau sampai sistem betul-betul terintegrasi, dalam beberapa bulan ke depan harusnya penerimaan bea cukai akan lebih efisien daripada sekarang,” kata Purbaya lagi.

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp221,3 triliun hingga 30 September 2025, atau 73,4 persen dari target APBN 2025. Angka ini didorong oleh kenaikan penerimaan bea keluar dan cukai.

Rinciannya:

  • Penerimaan cukai mencapai Rp163,3 triliun (66,9 persen) dari target APBN, tumbuh 4,6 persen meski produksi Cukai Hasil Tembakau (CHT) turun 2,9 persen.

  • Bea keluar tercatat Rp21,4 triliun, atau 477,8 persen dari target APBN, naik 74,8 persen secara tahunan berkat peningkatan ekspor sawit dan konsentrat tembaga.

  • Bea masuk mencapai Rp36,6 triliun (69,2 persen) dari target APBN, mengalami kontraksi 4,6 persen akibat penurunan tarif impor komoditas pangan dan pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas (FTA).

  • Penulis: Faqih Haq

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Batik

    Museum Batik Pekalongan, Jejak Pelestarian Warisan Budaya Nusantara

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Pekalongan, kota di pesisir utara Jawa Tengah, sejak lama dikenal dengan julukan Kota Batik. Sebutan ini lahir karena daerah tersebut menjadi salah satu sentra produksi batik terbesar di Indonesia sejak abad ke-19. Batik Pekalongan memiliki ciri khas pada motif beragam dan warna cerah, seperti merah muda, kuning, dan biru. Motif-motif ikoniknya antara lain Jlamprang (geometris […]

  • Ilustrasi Beras

    Harga Beras Masih Tinggi di Timur, Pemerintah Siapkan Subsidi Angkutan

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Pemerintah tengah menyiapkan langkah khusus untuk menekan harga beras di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta zona 3 yang mencakup Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu opsi yang kini dipertimbangkan adalah pemberian subsidi angkutan logistik agar harga beras di wilayah timur bisa setara dengan daerah lain. Dalam jumpa pers usai rapat […]

  • Kunjungan Kerja, Wapres Gibran Buka Festival Pacu Jalur di Kuansing Riau

    Kunjungan Kerja, Wapres Gibran Buka Festival Pacu Jalur di Kuansing Riau

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming beserta Ibu Selvi Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau, pada Rabu (20/08/2025). Menggunakan Pesawat Kepresidenan Boeing 737-800NG TNI AU, Wapres dan rombongan lepas landas dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma pada pukul 11.00 WIB menuju Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau. Setelah menempuh penerbangan selama […]

  • Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Pemerintah Pastikan 82,9 Juta Warga Terima Makan Bergizi Gratis Mulai Maret 2026

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas menargetkan sebanyak 82,9 juta penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal terealisasi pada Maret 2026. Menurutnya, target tersebut dapat tercapai setelah Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola Program MBG diterbitkan dalam waktu dekat. “Diperkirakan tahun 2026, Maret, kita sudah bisa mencapai 82,9 juta (penerima) dengan […]

  • Teddy Indra Wijaya

    Seskab Teddy Indra Wijaya Ditunjuk Jadi Komando Pendamping PKH

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meminta Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya untuk menjadi Komisi Etik sekaligus Komando Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). “Saya mohon kepada Seskab Letkol Teddy selain menjadi Komisi Etik juga menjadi Komando pendamping PKH, setuju semuanya?” ucap Mensos Saifullah Yusuf dalam kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 […]

  • Presiden Prabowo Subianto

    Resmikan 26 Ribu Rumah Subsidi, Prabowo Pastikan Keberpihakan untuk Rakyat Kecil

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pesan tersebut ia sampaikan dalam acara akad massal 26 ribu rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sekaligus serah terima kunci rumah di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025). Program perumahan rakyat ini didukung berbagai terobosan. […]

expand_less