Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Bukan Lagi Perang Fisik, Ini Makna Jihad Santri di Era Digital

Bukan Lagi Perang Fisik, Ini Makna Jihad Santri di Era Digital

  • account_circle Faqih Haq
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 112
  • comment 0 komentar

Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq menegaskan bahwa jihad kebangsaan para santri di era modern tidak lagi berbentuk perang fisik, melainkan perjuangan melawan korupsi, hoaks, intoleransi, dan kemiskinan moral.

Ia mengingatkan bahwa budaya global yang serba cepat sering kali menghilangkan kedalaman makna hidup. Karena itu, ia menantang santri untuk menjaga kesabaran dalam kecepatan, kesantunan dalam kebebasan, dan spiritualitas dalam digitalitas.

“Menjaga NKRI bukan sekadar mempertahankan wilayah, tetapi memastikan nilai keadilan, kesejahteraan, dan kemanusiaan tegak di dalamnya,” kata Maman di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Menurut Maman, santri adalah garda terdepan penjaga iman dan kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi, sehingga menjadi pilar utama berdirinya Republik Indonesia.

Ia menegaskan, sejarah telah membuktikan bahwa santri selalu merawat nilai-nilai keislaman yang damai. Menurutnya, ideologi radikal transnasional gagal memahami konteks keislaman Nusantara karena menafsirkan agama secara kaku dan tekstual tanpa memperhatikan akar sejarah serta budaya lokal.

“Santri bukan hanya ahli ibadah, tetapi juga pejuang kemerdekaan. Dari Kiai Haji Hasyim Asy’ari yang menyerukan resolusi jihad, hingga ribuan santri yang gugur mempertahankan tanah air,” katanya.

Maman menegaskan bahwa santri adalah identitas asli Nusantara. Jauh sebelum muncul istilah gerakan transnasional, para kiai dan santri telah menjadi jantung peradaban Islam di Bumi Nusantara, menyebarkan Islam melalui pendekatan budaya, bukan kekerasan.

“Santri tidak lahir dari ideologi impor, tetapi dari kearifan lokal yang menyatukan tauhid dan tradisi,” katanya.

Lebih lanjut, Maman mengatakan tantangan santri masa kini bukan lagi mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan fisik, melainkan mengawal kemerdekaan dari kebodohan, ketimpangan sosial, dan dekadensi moral.

“Santri harus tampil di panggung global dengan keilmuan, teknologi, dan diplomasi budaya. Indonesia berpotensi menjadi center of moderate Islam di dunia, dan santri bisa menjadi duta nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin di tengah dunia yang haus spiritualitas dan keadilan sosial,” jelasnya.

Ia pun mengajak santri untuk tidak lagi menjadi penonton sejarah, melainkan aktor utama perubahan.

“Santri harus melek digital, paham geopolitik, dan mampu berdialog dengan dunia. Tapi semua itu harus berakar pada nilai pesantren: adab, keikhlasan, tawadhu, dan cinta tanah air,” katanya.

  • Penulis: Faqih Haq

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rosan Roeslani

    Danantara Terbuka untuk Investasi dari Brazil

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membuka peluang kerja sama dengan para pelaku usaha dan investor asal Brazil yang ingin berinvestasi di Indonesia. “Sebagai CEO Danantara Indonesia, saya ingin menekankan komitmen kuat kami untuk mendukung potensi kerja sama. Kami terbuka terkait investasi dengan investor […]

  • Mensesneg Prasetyo Pastikan Rangkaian 17 Agustus Berjalan Lancar & Mengesankan

    Mensesneg Prasetyo Pastikan Rangkaian 17 Agustus Berjalan Lancar & Mengesankan

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan, sejumlah penyempurnaan teknis terus dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara pada 17 Agustus mendatang berjalan lancar dan mengesankan. “Masih ada beberapa hal yang harus kita perbaiki, terutama misalnya berkenaan dengan ketepatan waktu antara satu show dengan show yang berikutnya itu perlu untuk terus kita sempurnakan gitu. Termasuk tadi ada […]

  • Bendera Turki

    Lirik NTB, Investor Turki Ingin Bangun Gudang Raksasa Penyimpanan Jagung dan Gabah

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Investor asal Turki melirik Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai lokasi pembangunan silo atau gudang penyimpanan komoditas pangan, khususnya jagung dan gabah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB Aidy Furqon mengatakan bahwa proyek pembangunan gudang penyimpanan oleh investor asal Turki tersebut masih dalam tahap perencanaan. ‎”Nanti investor dari Turki, akan datang kemari sekitar bulan ini atau […]

  • Vadel Badjideh

    Vadel Badjideh Divonis 9 Tahun Penjara, Ini Pertimbangan Hakim yang Memberatkan

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 9 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan kepada Vadel Badjideh dalam kasus persetubuhan dan aborsi terhadap putri Nikita Mirzani, Rabu (2/10/2025). Dalam sidang putusan, hakim menguraikan sejumlah pertimbangan yang memberatkan hukuman Vadel. Salah satunya adalah perbuatannya yang dinilai tidak hanya melanggar norma agama, […]

  • Prabowo Sebut Indonesia Kekurangan 70 Ribu Dokter Spesialis

    Prabowo Sebut Indonesia Kekurangan 70 Ribu Dokter Spesialis

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan nasional melalui pembangunan infrastruktur rumah sakit, penambahan fakultas kedokteran, serta percepatan pencetakan tenaga medis, khususnya dokter spesialis. Kepala Negara mengatakan bahwa bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam ketersediaan tenaga kesehatan. “Kita masih menghadapi kendala. Bangsa kita sangat besar. Kekurangan dokter, kekurangan spesialis, kekurangan […]

  • Antusias Warga Tepian Sungai Kapuas Sambut Kedatangan Gibran

    Antusias Warga Tepian Sungai Kapuas Sambut Kedatangan Gibran

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melakukan kunjungan ke kawasan padat penduduk di tepian Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat, tepatnya di Kelurahan Benua Melayu Laut, Jumat (22/08/2025). Didampingi Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamallulael, dan Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto, Wapres menyusuri Gang Aden […]

expand_less