Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Pemerintah Kaji Aturan Impor Scrap Besi Usai Kasus Cemaran Radioaktif Cs-137

Pemerintah Kaji Aturan Impor Scrap Besi Usai Kasus Cemaran Radioaktif Cs-137

  • account_circle Orbitnews Co
  • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
  • visibility 144
  • comment 0 komentar

Pemerintah tengah mengkaji kebijakan impor scrap besi, termasuk kemungkinan memasukkan komoditas tersebut ke dalam kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq.

“Kemarin mengemuka dari para anggota Satgas untuk merumuskan lagi kebijakan tentang importasi scrap. Tapi itu tidak gegabah, kita harus diskusi dengan para pihak untuk merumuskan ini,” jelas Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif usai Forum Kolaborasi Pemulihan Ekosistem Gambut di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Hanif merujuk pada Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Cs-137 yang dibentuk setelah ekspor udang beku PT BMS dari Indonesia ke Amerika Serikat ditemukan tercemar radioaktif Cesium-137.

Paparan radioaktif itu diduga berasal dari pabrik peleburan logam bekas PT Peter Metal Technology (PMT) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Perusahaan tersebut mengolah scrap besi dengan metode induksi, sehingga radiasi dari besi menempel pada fasilitas pabrik dan kemudian mencemari produk udang beku.

Saat ini, Kawasan Industri Modern Cikande ditetapkan sebagai kejadian khusus radiasi radionuklida Cesium-137.

Selain itu, paparan Cesium-137 juga ditemukan pada sembilan kontainer scrap besi di Pelabuhan Tanjung Priok pada September lalu. Menurut Kementerian Perindustrian, perusahaan pengimpor scrap tersebut tidak memiliki izin resmi. Namun belum dijelaskan lebih lanjut apakah terkait legalitas perusahaan atau izin impor.

Berkaca dari kasus tersebut, Hanif menyebut para menteri yang tergabung dalam Satgas mulai membahas regulasi terkait scrap besi.

“Kalau dari sisi kami itu kan tidak masuk di dalam limbah B3 karena masih bentuk barang yang bisa diolah scrap… Tapi kemarin mengemuka seperti itu, pendapat dari para menteri yang ada di dalam rakortas itu menyampaikan bahwa itu harus dilakukan pembatasan atau seperti apa, kita sedang desainkan, sedang dirumuskan regulasi,” pungkas Hanif.

  • Penulis: Orbitnews Co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi Penusukan

    Cemburu, Manusia Silver Nekat Tusuk Teman Istrinya

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Seorang pria berinisial AS (30) diduga menusuk teman istrinya, JK (35), karena cemburu di kolong layang Jembatan 3, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. “Dugaan penusukan ini terjadi pada Jumat (17/10) dan pelaku ditangkap beberapa jam setelah kejadian,” kata Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agus Ady Wijaya didampingi Kanit Reskrim AKP Samson Sosa Hutapea di Jakarta, […]

  • Ahmad Ali

    PSI Siapkan Rakernas Akhir 2025 di Makassar, Bahas Strategi Menuju Pemilu 2029

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bersiap menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada akhir tahun 2025 atau awal 2026. Rencananya, acara tersebut akan digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. “Jadi begini kalau tentang jadwal itu kami belum dijadwalkan tanggal pastinya. Tapi itu rencananya diincar itu di akhir tahun, Desember, ya (tahun ini). Paling tidak, awal di Januari […]

  • Hangatnya Jamuan Working Lunch Presiden Prabowo untuk Presiden Peru

    Hangatnya Jamuan Working Lunch Presiden Prabowo untuk Presiden Peru

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Suasana hangat mengiringi working lunch yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 11 Agustus 2025, saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjamu Presiden Republik Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra, beserta delegasi resmi. Di tengah percakapan membahas peluang kerja sama strategis, aroma rempah khas Nusantara berpadu wangi segar masakan yang tersaji, menciptakan perpaduan diplomasi dan […]

  • Kaesang Pangarep di Cirebon

    Kaesang Kagum dengan Budaya Cirebon, Dorong Kolaborasi Media dan Pemerintah Daerah

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, melakukan kunjungan kerja dan konsolidasi ke kantor pusat Radar Cirebon, Senin, 20 Oktober 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda Kaesang untuk menyerap aspirasi daerah dan memperkuat sinergi dengan pilar demokrasi, khususnya media. Kehadiran Kaesang di salah satu institusi media terkemuka di Cirebon ini menjadi bentuk pengakuan […]

  • Istana, Jantung Ibu Kota Negara Simbol Kekuasaan

    Istana, Jantung Ibu Kota Negara Simbol Kekuasaan

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Istana Merdeka terletak di Jalan Merdeka Utara dan menghadap ke Taman Monumen Nasional. Kompleks Istana Merdeka dan Istana Negara luasnya mencapai 6,8 hektar dan berada di jantung ibu kota negara. Istana adalah bangunan besar dan mewah yang biasanya menjadi kediaman resmi keluarga kerajaan, kepala negara, atau petinggi lainnya.Istana juga merupakan pusat kegiatan resmi dan kenegaraan. […]

  • Prabowo Perintahkan Percepatan Program Listrik Desa untuk 5.700 Desa dan 4.400 Dusun

    Prabowo Perintahkan Percepatan Program Listrik Desa untuk 5.700 Desa dan 4.400 Dusun

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 25 Agustus 2025. Rapat tersebut diantaranya membahas evaluasi program ekonomi tahun 2025 yang masih berjalan sekaligus menyiapkan prospek kebijakan tahun 2026 dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya […]

expand_less