Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » BCA Bakal Buyback Saham Rp5 Triliun, Jaga Stabilitas Harga di Bursa

BCA Bakal Buyback Saham Rp5 Triliun, Jaga Stabilitas Harga di Bursa

  • account_circle Faqih Haq
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • visibility 171
  • comment 0 komentar

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mengumumkan rencana pembelian kembali saham (share buyback) dengan nilai maksimal mencapai Rp5 triliun. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham BCA di Bursa Efek Indonesia (BEI).

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menjelaskan, periode buyback akan dimulai pada 22 Oktober 2025 hingga 19 Januari 2026, atau berlangsung selama tiga bulan sejak pengumuman keterbukaan informasi pada 20 Oktober 2025.

“Kecuali diakhiri lebih cepat oleh perseroan sebelum 19 Januari 2026 dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Hera dalam Paparan Kinerja Kuartal III-2025 BCA di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Buyback Tidak Berdampak pada Kinerja Keuangan

Hera memastikan pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan menimbulkan dampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha perseroan.

“Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, BCA senantiasa mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan mematuhi segala peraturan/ketentuan yang berlaku,” ujar Hera.

Pada kuartal III-2025, BCA mencatat laba bersih tumbuh 5,7 persen year on year (yoy) menjadi Rp43,4 triliun, naik dari Rp41,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kredit juga menunjukkan kinerja positif, naik 7,6 persen (yoy) menjadi Rp944 triliun, ditopang ekspansi kredit berkualitas dan likuiditas yang tetap terjaga.

Kualitas pinjaman BCA pun tetap solid. Rasio Loan At Risk (LAR) membaik menjadi 5,5 persen dari sebelumnya 6,1 persen, sementara rasio Non Performing Loan (NPL) terkendali di level 2,1 persen. Pencadangan NPL dan LAR tercatat memadai, masing-masing di 166,6 persen dan 69,5 persen.

CASA Jadi Penopang Utama Dana Pihak Ketiga

Pada sisi pendanaan, Current Account Savings Account (CASA) masih menjadi kontributor utama dengan porsi 83,8 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).

CASA tumbuh 9,1 persen (yoy) hingga mencapai Rp999 triliun pada kuartal III-2025. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan frekuensi transaksi BCA yang naik 78 persen dalam tiga tahun terakhir.

Sementara itu, total DPK BCA naik 7,0 persen (yoy), memperkuat posisi CASA sebagai sumber pendanaan inti.

  • Penulis: Faqih Haq

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Purbaya Yudhi Sadewa

    Menkeu Purbaya Siapkan LNSW Jadi Pusat Intelijen Ekspor-Impor Berbasis Teknologi

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyiapkan Lembaga National Single Window (LNSW) di Kementerian Keuangan untuk menjadi pusat intelijen berbasis teknologi informasi (IT) dalam pengawasan aktivitas ekspor dan impor nasional. Ditemui wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, Purbaya mengungkapkan bahwa dirinya baru saja memantau kesiapan sistem yang dikembangkan oleh LNSW. Awalnya, ia mengira sistem […]

  • Ilustrasi Haji

    Pemerintah Tekan Potensi Kebocoran Rp5 Triliun dalam Pengadaan Haji

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Pemerintah berupaya memperketat pengawasan dalam pengadaan barang dan jasa penyelenggaraan haji yang selama ini diperkirakan rawan kebocoran anggaran hingga 20–30 persen dari total Rp17 triliun. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan kebocoran tersebut menjadi salah satu penyebab mahalnya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Untuk itu, pemerintah melibatkan Kejaksaan Agung dalam mengawal setiap […]

  • Istana, Jantung Ibu Kota Negara Simbol Kekuasaan

    Istana, Jantung Ibu Kota Negara Simbol Kekuasaan

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Istana Merdeka terletak di Jalan Merdeka Utara dan menghadap ke Taman Monumen Nasional. Kompleks Istana Merdeka dan Istana Negara luasnya mencapai 6,8 hektar dan berada di jantung ibu kota negara. Istana adalah bangunan besar dan mewah yang biasanya menjadi kediaman resmi keluarga kerajaan, kepala negara, atau petinggi lainnya.Istana juga merupakan pusat kegiatan resmi dan kenegaraan. […]

  • Zulkifli Hasan

    Zulhas: Tidak Semua Masalah Harus Dibawa ke Presiden

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menegaskan pentingnya kementerian dan lembaga menyelesaikan persoalan secara mandiri tanpa harus selalu melibatkan Presiden dalam setiap masalah. “Kalau ada masalah keuangan, selesaikan. Kalau tidak bisa, ajukan rapat di sini, kita bahas bersama,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di […]

  • Ilustrasi SPBU

    Terungkap Harga Asli Pertalite, Solar dan LPG 3 Kg Jika Tanpa Subsidi

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merinci harga asli sejumlah barang subsidi, mulai dari Pertalite, solar, hingga LPG 3 kilogram (kg). Selisih harga keekonomian dengan harga jual ke masyarakat selama ini ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Selama ini pemerintah menanggung selisih antara harga keekonomian dan harga yang dibayar masyarakat melalui pemberian subsidi […]

  • Hyundai gandeng General Motors kembangkan mobil van listrik

    Hyundai gandeng General Motors kembangkan mobil van listrik

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Dua perusahaan raksasa otomotif global yaitu Hyundai dan General Motors (GM) sepakat melakukan pengembangan mobil van komersial listrik yang diperuntukkan bagi pasar Amerika Tengah, Amerika Serikat, dan Amerika Selatan. Kabar tersebut dilaporkan Car and Driver, Kamis (7/8), yang menyebutkan kemitraan tersebut merupakan kelanjutan dari kemitraan tahun lalu, saat kedua perusahaan menyepakati kerja sama untuk manajemen […]

expand_less