Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Denyut Bina Graha, Kantor Presiden Soeharto

Denyut Bina Graha, Kantor Presiden Soeharto

  • account_circle Orbitnews Co
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • visibility 212
  • comment 0 komentar

Bila Presiden Soekarno sedang berada di Istana Merdeka, sebuah bendera Kepresidenan berwarna kuning dengan bintang emas di tengahnya dikibarkan di atas Istana Merdeka. Sejak Presiden Soeharto, penandaan seperti itu tidak dilakukan.

Denyut kehidupan Istana Merdeka berubah sejak Jenderal TNI Soeharto menggantikan Ir. Soekarno. Sebagai Presiden Republik Indonesia yang kedua, Pak Harto memutuskan untuk tinggal di kediaman pribadinya di Jalan Cendana 8, Jakarta Pusat. Sejak itu praktis Istana Merdeka dan Istana Negara hanya dipakai sebagai tempat kerja, upacara, dan resepsi kenegaraan.

Presiden Soeharto berkantor di Bina Graha yang mulai dibangun pada 1969 dan selesai pada 1970. Bina Graha yang terletak di sebelah timur Istana Negara, menghadap ke arah Sungai Ciliwung, kemudian menjadi kantor resmi Pak Harto. Gedung ini berdiri di atas lahan bekas Hotel Dharma Nirmala, bangunan yang pada masa sebelumnya bernama Hotel der Nederlanden dan Rafles House.

Presiden Soeharto mempunyai dua ruang kerja di Bina Graha, yaitu di lantai dasar dan lantai atas. Kedua ruang kerja ini dihubungkan dengan tangga. Ruang kerja di lantai atas biasanya dipakai sebelum menghadiri sidang-sidang kabinet terbatas.

Ruang kerja di lantai bawah dipakai untuk menerima tamu-tamu yang berhubungan dengan kegiatan pemerintahan. Untuk menerima tamu negara dan pejabat lembaga tinggi negara, Presiden Soeharto menggunakan ruang kerja di Istana Merdeka.

Pada dasawarsa terakhir masa pemerintahannya, Pak Harto bahkan makin sering menggunakan kediamannya di Jalan Cendana untuk menerima para tamu. Pada periode itu Pak Harto juga mulai sering menggunakan ruang kerja di Istana Merdeka pada hari Jum’at agar dekat dengan Mesjid Baiturrahim. Beliau juga menggunakan ruang kerja di Istana Merdeka itu untuk pertemuan-pertemuan yang bersifat khusus.

Tidak adanya kebutuhan untuk kehidupan rumah tangga di Istana Merdeka juga mengubah berbagai fungsi ruangan. Atas persetujuan Presiden Soeharto, bekas kamar tidur Bung Karno pada renovasi 1997 diubah menjadi tempat menyimpan Bendera Pusaka, dan naskah asli Proklamasi Kemerdekaan.

Patung dada Bung Karno dan Bung Hatta juga ditempatkan di ruang itu. Pada dinding utara ruang pusaka itu dipasang relief yang menggambarkan Sajuti Melik mengetik teks proklamasi, sedangkan relief pada dinding selatan menggambarkan Ibu Fatmawati menjahit Bendera Pusaka. Di antara semua Presiden Republik Indonesia, Presiden Habibie yang paling sering membawa tamunya mengunjungi ruang Bendera Pusaka ini.

Bekas ruang tidur Ibu Fatmawati di sisi barat, di samping belakang ruang kerja Presiden, diubah menjadi dua ruang tidur untuk istirahat Kepala Negara, dilengkapi dengan kamar mandi yang telah direnovasi. Pak Harto hanya menggunakan ruang ini untuk bermalam setiap tanggal 16 Agustus setelah mengikuti upacara renungan suci di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, menjelang upacara peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ruang Kredensial, yaitu bangsal pertama yang dicapai setelah memasuki pintu utama Istana Merdeka dari arah serambi depan, tidak berubah fungsinya. Di situlah para Duta Besar negara sahabat menyampaikan surat kepercayaan (kredensial) kepada Kepala Negara Republik Indonesia. Di ruang ini pula, Kepala Negara setiap tahun menerima para Duta Besar yang menyampaikan ucapan selamat ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di belakang Ruang Kredensial terdapat sebuah koridor yang memisahkan Ruang Jepara di sisi barat sedangkan di sisi timur adalah salon yang dipakai sebagai ruang kerja, ruang tamu, dan ruang makan Ibu Negara. Pada masa Presiden Megawati, ruang ini dirombak menjadi Ruang Raden Saleh, khusus untuk menyimpan lima lukisan Raden Saleh.

Melalui koridor yang memisahkan Ruang Jepara dan Ruang Raden Saleh, para tamu bisa melangkah ke bangsal berikutnya, yaitu Ruang Resepsi yang merupakan ruang terluas di Istana Merdeka. Beberapa resepsi kenegaraan diselenggarakan di ruang ini.

Ruang Resepsi ini berlanjut ke serambi belakang yang sudah diperluas sejak renovasi 1997. Serambi ini semula merupakan teras terbuka, kemudian ditutup pada masa Presiden Soeharto dengan dinding pintu dan jendela kaca yang disesuaikan dengan gaya arsitektur bangunan. Serambi belakang tertutup ini juga bersambung ke sebuah teras terbuka yang menghadap ke pelataran Istana Jakarta. Di bagian atas dinding dalam serambi tersebut dihias dengan relief aksara Arab yang mengandung arti “damailah mereka yang berkunjung ke tempat ini“ pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie.

  • Penulis: Orbitnews Co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjuangan Ibunda Raisa Melawan Kanker Paru-Paru

    Perjuangan Ibunda Raisa Melawan Kanker Paru-Paru

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Ibunda penyanyi Raisa, Ria Mariaty, tengah berjuang melawan kanker paru-paru. Kabar terbaru disampaikan oleh kakak Raisa, Rinaldi Nurpratama, lewat sebuah video yang diunggah pada Senin (29/9/2025). Sakitnya ibunda Raisa mulai ramai dibicarakan sejak Maret lalu. Banyak doa dan dukungan mengalir, sementara Raisa tetap terlihat tegar di publik meskipun sang ibu tengah sakit. Perjalanan Pengobatan Rinaldi […]

  • Andi Amran Sulaiman

    Mentan Dorong Kaltara Jadi Lumbung Pangan Nasional

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi lumbung pangan nasional sekaligus pintu ekspor komoditas strategis ke Malaysia. “Dulu perbatasan identik dengan selundupan pangan. Sekarang kita ubah paradigma, bukan lagi menjaga selundupan, tetapi menanam sendiri komoditas strategis yang dibutuhkan. Inilah pertahanan pangan sekaligus peluang ekspor terbaik bagi Indonesia,” kata Mentan dalam keterangan […]

  • Kaesang Ajak Kader PSI Babel Perkuat Internal Partai

    Kaesang Ajak Kader PSI Babel Perkuat Internal Partai

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, meresmikan Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Bangka Belitung ( Babel ), di Grimaya, Pangkalpinang, Rabu (13/8/2025). Peresmian yang ditandai dengan pemotongan pita ini sekaligus menjadi momentum pelantikan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Babel serta konsolidasi bersama kader partai. Langkah ini disebut sebagai strategis partai […]

  • Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo

    Serap Masukan Aktivis, Kapolri Janji Evaluasi Penanganan Unjuk Rasa

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyerap berbagai masukan dari kelompok masyarakat sipil terkait penanganan unjuk rasa pada akhir Agustus 2025. Dialog publik bertajuk “Penyampaian Pendapat di Muka Umum: Hak dan Kewajiban, Tindakan Anarkistis Menjadi Tanggung Jawab Hukum” digelar di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (29/09/2025). Sejumlah lembaga hadir, di antaranya YLBHI, Imparsial, KontraS, Centra Initiative, […]

  • Gibran Sebut Prabowo Senang Tarian Pacu Jalur Viral & Mendunia

    Gibran Sebut Prabowo Senang Tarian Pacu Jalur Viral & Mendunia

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka mengungkap dirinya dan Presiden RI Prabowo Subianto telah bertemu dengan sejumlah bocah penari Pacu Jalur. Bocah-bocah penari pacu jalur tampil juga meramaikan HUT ke 80 Kemerdekaan RI di Istana. Penampilan bocah-bocah penari pacu jalur di halaman istana menghipnotis semua pengunjung upacara 17 Agustus. Tak terkecuali Presiden Prabowo yang […]

  • Ilustrasi Startup

    BRIN Beberkan Alasan Banyak Startup Gagal

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap salah satu penyebab utama banyaknya perusahaan rintisan (startup) gagal berkembang bahkan bangkrut. Faktor terbesarnya, karena produk atau layanan yang dikembangkan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Banyak sekali startup gagal, alasan utamanya no marketing. Jadi, sebenarnya apa yang dihasilkan startup tidak inline (sejalan) dengan apa yang dibutuhkan masyarakat,” kata […]

expand_less