Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Serba Serbi » NTB Menuju PON 2028

NTB Menuju PON 2028

  • account_circle Orbitnews Co
  • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
  • visibility 164
  • comment 0 komentar

Di tengah riuh wacana Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, Stadion GOR 17 Desember Turide di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih berdiri dengan wajah lamanya.

Bagi masyarakat NTB, Turide bukan sekadar lapangan. Stadion ini adalah saksi sejarah olahraga, tempat ribuan atlet berlatih, pertandingan digelar, dan warga berkumpul.

Namun, hingga kini tribun belum tersentuh renovasi besar. Hanya sketsa desain di meja rapat yang memberi bayangan bahwa Turide suatu hari akan menjelma arena megah berstandar internasional.

Revitalisasi dan Anggaran Besar

Rencana revitalisasi Turide bukan proyek kecil. Biayanya diperkirakan mencapai Rp500 miliar hingga Rp1 triliun, lengkap dengan wisma atlet, arena pencak silat, lapangan latihan tambahan, plaza, hingga masjid.

Stadion ini direncanakan menjadi venue utama sekaligus lokasi penutupan PON. Renovasi dipilih karena membangun stadion baru jauh lebih mahal, bisa menembus Rp1,7 triliun.

Di atas kertas, total anggaran PON di NTB dan NTT dipatok Rp3,3–Rp4 triliun. Skema pembiayaan: 50 persen APBN, 20 persen APBD provinsi, dan 30 persen APBD kabupaten/kota.

Namun, angka besar ini bukan sekadar biaya. Ia adalah ujian koordinasi, transparansi, dan manajemen proyek dengan waktu yang semakin menipis.

Strategi Venue dan Infrastruktur

Selain Turide, NTB menyiapkan pembangunan dan perbaikan arena lain seperti GOR basket di Gunung Sari, GOR voli indoor di Kota Bima, serta fasilitas panjat tebing.

Sirkuit Mandalika, Sky Lancing untuk paralayang, Dam Meninting untuk dayung, hingga aula hotel dan kampus juga diproyeksikan masuk strategi hybrid. Pendekatan ini diharapkan menekan risiko fasilitas mangkrak pasca-PON.

Tidak ada kompromi: setiap venue harus memenuhi standar federasi, baik dari sisi keamanan, aksesibilitas, maupun kualitas lapangan.

Pembinaan Atlet dan Target Emas

Kesiapan NTB tak hanya soal stadion, tapi juga siapa yang akan bertanding. Pada PON 2024 di Aceh-Sumut, NTB meraih 16 emas. Bonus pun langsung dicairkan sebagai apresiasi.

Kini, pembinaan atlet diperkuat lewat kompetisi rutin. Kejurprov Judo Kapolda NTB Cup 2025 misalnya, diikuti ratusan atlet. Cabang baru ini bahkan sudah mulai melahirkan prestasi.

Selain itu, Kejurnas Muaythai 2025 di Mataram menjadi ajang pemanasan sekaligus bukti ekosistem olahraga NTB makin kompetitif.

Target PON 2028 terbilang ambisius: 60 emas dan posisi lima besar nasional. Strateginya mencakup identifikasi bibit sejak dini, regenerasi pelatih, hingga fasilitas latihan memadai.

Bahkan, NTB berencana mengenalkan cabang olahraga baru seperti padel, yang diharapkan menarik wisatawan internasional.

Manajemen dan Tantangan Pasca-PON

Menggelar PON adalah manajemen kolosal. NTB sempat mendapat pemanasan lewat Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2025 yang diikuti 18 ribu peserta. Namun, PON berada di level berbeda: puluhan ribu atlet, ratusan nomor pertandingan, dan sorotan media nasional-internasional.

Transportasi, akomodasi, protokol keamanan, hingga teknologi informasi harus berjalan tanpa celah. Profesionalisme panitia jadi kunci agar citra NTB tidak tercoreng.

Tantangan terbesar justru ada setelah PON selesai. Stadion dan GOR baru harus tetap produktif, menjadi arena kejuaraan lokal hingga internasional. Bendungan yang digunakan untuk dayung bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga.

Tanpa itu, fasilitas megah bisa berubah jadi monumen kosong yang membebani APBD.

Momentum atau Sekadar Pesta Sesaat?

NTB kini berada di persimpangan. PON 2028 bisa menjadi tonggak kebangkitan olahraga dan kebanggaan daerah. Namun, jika persiapan hanya sebatas wacana, semua ambisi bisa berakhir sebagai pesta sesaat.

Kuncinya ada pada disiplin, koordinasi, dan konsistensi. Turide bisa jadi simbol kebanggaan baru, atlet muda lahir sebagai generasi emas, dan manajemen PON menjadi model profesionalisme.

Momentum ini adalah panggilan bagi NTB untuk membuktikan bahwa ambisi besar bukan sekadar janji, melainkan komitmen nyata yang berkelanjutan.

  • Penulis: Orbitnews Co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Gibran

    Kebijakan Ekonomi Prabowo-Gibran Sudah di Jalur yang Benar

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam satu tahun terakhir telah berada di jalur yang tepat. Ia mengapresiasi langkah cepat dan progresif pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, memperkuat sektor riil, dan menstabilkan fiskal nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Langkah […]

  • Meriahkan HUT ke-80 RI, Wapres Sapa Warga Cipinang & Saksikan Lomba

    Meriahkan HUT ke-80 RI, Wapres Sapa Warga Cipinang & Saksikan Lomba

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengunjungi langsung perayaan warga di RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pada Sabtu (16/08/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat ikut merasakan semarak dan kebersamaan dalam momen bersejarah bangsa ini. Selaras dengan arahan Presiden Prabowo […]

  • Uya Kuya dan Astrid

    Uya Kuya dan Astrid Menangis Saat Pertama Kali Masuk Rumah Usai Dijarah Massa

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Uya Kuya dan sang istri, Astrid, tak kuasa menahan emosi ketika pertama kali kembali ke rumah mereka usai dijarah massa. Kondisi rumah di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur itu tampak rusak parah dan berantakan. Dalam momen tersebut, Uya dan Astrid melakukan video call dengan anak-anak mereka, Cinta dan Nino, untuk menunjukkan keadaan rumah yang […]

  • Ketua DPD RI: Kekuatan Militer Wujudkan Astacita Presiden Prabowo

    Ketua DPD RI: Kekuatan Militer Wujudkan Astacita Presiden Prabowo

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin menegaskan DPD RI akan terus mendukung Program Astacita Presiden Prabowo Subianto dengan mengawal kebijakan pertahanan nasional melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. “Kekayaan alam Indonesia ada di daerah-daerah. Ini bagian dari dukungan DPD RI terhadap Astacita Presiden Prabowo yang ingin memperkuat sistem pertahanan keamanan negara. Bagaimanapun […]

  • Ketua Bidang Kesejahteraan dan Konservasi Satwa DPP PSI, Francine Widjojo

    PSI Minta Ada Tempat Makan Khusus Kucing untuk Atasi Masalah di Skywalk Jaksel

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Warga mengeluhkan bau dan banyaknya kotoran kucing di Skywalk Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kondisi ini membuat pengguna merasa tidak nyaman saat melintas di jembatan penghubung Halte Velbak dan Stasiun Kebayoran Lama. Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, Francine Widjojo, menilai masalah tersebut terjadi karena banyak makanan kucing ditebar sembarangan sehingga mengundang kucing datang ke area […]

  • Presiden Prabowo Subianto

    Prabowo Akui Tak Simpan Dendam pada Anies: Politik Harus Rame

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025). Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan tidak menyimpan dendam kepada Anies Baswedan, rival politiknya di Pilpres 2024 yang kala itu didukung PKS. “Kita ingin menang tapi kita juga harus siap kalah. Kalau mau belajar kalah, belajar dari Prabowo […]

expand_less