Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artis » Uya Kuya dan Astrid Menangis Saat Pertama Kali Masuk Rumah Usai Dijarah Massa

Uya Kuya dan Astrid Menangis Saat Pertama Kali Masuk Rumah Usai Dijarah Massa

  • account_circle Orbitnews Co
  • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
  • visibility 116
  • comment 0 komentar

Uya Kuya dan sang istri, Astrid, tak kuasa menahan emosi ketika pertama kali kembali ke rumah mereka usai dijarah massa. Kondisi rumah di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur itu tampak rusak parah dan berantakan.

Dalam momen tersebut, Uya dan Astrid melakukan video call dengan anak-anak mereka, Cinta dan Nino, untuk menunjukkan keadaan rumah yang penuh kenangan indah. Meski berusaha tegar, keduanya tak bisa menyembunyikan kesedihan atas peristiwa yang terjadi.

Peristiwa penjarahan rumah Uya Kuya terjadi pada akhir Agustus 2025, bersamaan dengan kerusuhan dalam gelombang demonstrasi besar di Jakarta. Lewat akun Instagram pribadinya, Uya membagikan video saat pertama kali masuk kembali ke rumah yang porak-poranda.

“Pertama kali masuk ke rumah kita yang dijarah,” tulis Uya di Instagram, Senin (29/9).

“Silahkan maki-maki saya. Kalian mau kipas saya apapun, kalian marah sama saya, tapi jangan kipas keluarga saya. Jangan hina anak-anak saya, saya aja sasaran kalian. Apa salah anak-anak saya, apa salah istri saya,” jelas Uya dengan nada penuh emosi.

Menurut Uya, bukan hanya barang pribadinya yang hilang, tetapi juga barang-barang berharga milik anak, mertua, adik ipar, teman, hingga karyawan.

“Kalau saya dan Astrid barang-barang saya, udahlah. Tapi yang saya pikirkan bagaimana barang-barang mertua saya, barang adik-adik ipar saya, barang teman-teman saya, barang-barang karyawan-karyawan, dan anak-anak saya,” pungkasnya.

Dalam video call bersama Cinta dan Nino, Uya memperlihatkan kondisi kamar mereka. Ia bahkan meminta Cinta agar tidak menangis saat menyaksikan kamar yang sudah hancur.

Uya menegaskan bahwa barang-barang anaknya yang ikut dijarah bukanlah hasil pemberian, melainkan dari kerja keras Cinta dan Nino sejak SMP.

“Cinta dari SMP kelas 3, Nino dari SMP kelas 2 kalau nggak salah, tidak pernah dapat uang jajan sepeser pun dari saya. Karena mereka punya penghasilan. Penghasilan mereka cukup besar dari YouTube dan dari syuting TV. Jadi yang kalian ambil adalah hak anak-anak saya yang kerja keras dari kecil,” tambah Uya.

  • Penulis: Orbitnews Co

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi rapat paripurna dpr

    DPR RI Setujui RUU P2SK dan Statistik Jadi Usul Inisiatif Baru

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Rapat Paripurna Ke-6 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026 menyetujui dua Rancangan Undang-Undang (RUU), yakni RUU tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) serta RUU tentang Statistik sebagai usul DPR RI. “Dapat disetujui menjadi rancangan undang-undang usul DPR RI?” tanya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco […]

  • Pupuk Subsidi

    Satu Tahun Prabowo-Gibran, 6,14 Juta Ton Pupuk Bersubsidi Tersalurkan

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Faqih Haq
    • visibility 68
    • 0Komentar

    PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 64 persen dari total alokasi nasional hingga 19 Oktober 2025, bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan, capaian tersebut setara dengan 6,14 juta ton dari total alokasi pupuk bersubsidi nasional tahun […]

  • Menkes: Perlu Imunisasi Cegah Campak pada Anak-Anak

    Menkes: Perlu Imunisasi Cegah Campak pada Anak-Anak

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan perlunya program akselerasi imunisasi sehingga tidak ada lagi anak-anak yang kena penyakit campak. Hal itu dia sampaikan Menkes Budi Gunadi di Jakarta, Rabu, 27/8/2025 ketika ditanya awak media tentang langkah penanggulangan penyakit campak di Sumenep, Madura. Dia juga mengkonfirmasi akan ke daerah itu pada Kamis (28/8) untuk melakukan pemantauan. […]

  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi Ancam Hentikan Layanan SPPG Bermasalah

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan akan menghentikan layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti bermasalah dalam penyediaan makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Kita hentikan SPPG yang mengakibatkan keracunan,” ujarnya di Bandung, Jawa Barat, menyusul kasus keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa penerima Program MBG. Saat ditanya terkait kematian seorang siswa SMKN […]

  • Jabat Ketua DPC, Keponakan Jokowi Gabung PSI

    Jabat Ketua DPC, Keponakan Jokowi Gabung PSI

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Putra dari Idayati, adik kandung Jokowi, yaitu Adityo Rimbo Galih Samudra, bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dia dipercaya sebagai Ketua DPC PSI Kecamatan Banjarsari,Solo. “Mas Tyo login menjelang Kongres PSI di Solo, dan setahu saya sudah terlibat di beberapa kegiatan PSI, termasuk saat Kongres ikut mengantarkan Mas Kaesang maju ke dekat podium,” ujar Ketua […]

  • Menteri Koperasi: Pemerintah Beri Pendampingan KDMP Berbadan Hukum

    Menteri Koperasi: Pemerintah Beri Pendampingan KDMP Berbadan Hukum

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Orbitnews Co
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi memastikan pemerintah pusat dan daerah siap memberikan pendampingan dan pelatihan, membuka akses permodalan, dan menjembatani kemitraan bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang telah memiliki SK Badan Hukum. “Penyerahan SK Badan Hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan langkah awal yang penting dan strategis bagi langkah berikutnya,” katanya dalam keterangan […]

expand_less